" MAD BERAWI "

Rabu, 22 Juli 2020

Tip Belajar Online ( Daring)

Assalamualaikum Anak-anakku Perkenalkan :
Nama : Mad Berawi
Guru   : Bimbingan dan Konseling (BK)
Untuk itu Bapak memberitahukan Kepada semua anak-anak ku Kelas X  apabila ada yang ingin disampaikan kepada Bapak Tentang yang berkaitan dengan BK Seperti:
Pribadi, Sosial, Belajar, Karier.


 Tips Belajar Online ( Daring)  Yang pasti   belum kalian Coba?

https://youtu.be/Pci6PQYH7G8
Diposting oleh mad berawi di 11.43 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 01 Juli 2020

Biodata

Biodata ku

Nama : Mad Berawi,  S. Pd
Tempat tanggal lahir : Bawang, 04-08-1978
NUPTK : 1836756659200003
NIK : 19780804208001 1 197
Status Kepegawaian : Guru Tetap Yayasan
Bid. Studi yang diampu : Bimbingan dan Konseling
Pendidikan : S1 Bimbingan dan Konseling


Diposting oleh mad berawi di 21.34 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 26 Juni 2020

TIPE-TIPE KARAKTER MANUSIA

Tipe-tipe Karekter Manusia 




Ketika kita melihat seseorang, terkadang kita merasa karakter kita sama dengan orang tersebut dan begitu pun sebaliknya. Karakter seseorang pun ada golongan-golongannya. Hal tersebut dapat diketahui melalui sifat, sikap dan perilaku seseorang. Mengetahui karakter seseorang juga membantu dalam memahami lawan bicara pada interaksi sosial dengan orang-orang sekitar. Mengetahui karakter seseorang memungkinkan kita untuk bisa mengkondisikan sikap atau perilaku tertentu yang sesuai dengan lawan bicara. Karakter manusia dibedakan menjadi empat, yaitu plegmatis, melankolis, sanguinis, dan koleris.
1. Koleris ( Kuat )
Koleris yang kuat merupakan tipe kepribadian yang tegas dan tipe seorang pemimpin. Koleris sangat suka mengatur, suka petualangan, suka tantangan baru. Ia juga memiliki ketegasan dalam menentukan keputusan, tidak mudah menyerah dan tidak mudah mengalah. Tipe koleris menjadi sosok yang selalu diidam-idamkan oleh orang lain. Hal tersebut karena terlihat sangat keren dan kuat dari luar. Namun dibalik semua kesempurnaan dirinya dan jiwa kepemimpinannya yang besar, orang koleris cenderung jarang bersenang-senang.
Kelemahan:
Terlalu terpacu dan menyukai pada hal hal serius sehingga melupakan kebutuhan akan waktu yang santai dan menyenangkan. Kehidupannya terpacu pada target, tujuan dan hasil.

2. Plegmatis ( Cinta Damai )
Pribadi yang mudah diatur, cenderung diam dan kalem, suka mengalah, memiliki rasa toleransi yang tinggi. Ia juga mudah untuk disuruh dan selalu mau melakukan, suka mengalah dan tidak menyukai konflik. Orang dengan tipe ini suka dengan kehidupan yang damai- damai saja dan tenang. Apabila dihadapkan pada suatu masalah, maka dia akan mencari solusi dengan cara damai dan diselesaikan dengan tenang. Tipe plegmatis mampu bersabar dalam kondisi apapun. Apabila disuruh untuk mengambil keputusan, mengalami kesulitan dan cenderung menunda-nunda.
Kelemahan:
Cenderung mengalir apa adanya dan terkesan tidak memiliki impian atau pendirian hidup yang tegas. Sulit menentukan pilihan. Tidak pandai memberikan masukan atau gagasan baru.

3. Melankolis ( Sempurna )
Tipe Kepribadian Melankolis yang sempurna merupakan tipe kepribadian yang memiliki karakter cenderung bersikap rapi, teratur, terencana. Mampu mempertimbangkan segala sesuatu dengan melihat hal- hal kecil menjadi keunggulannya. Secara penampilan fisik, orang dengan tipe melankolis sempurna tampak rapi, baju mulus, sepatu bersih, barang bawaan tertata rapi, buku tertata dengan rapi, tulisan rapi.
Orang dengan tipe ini bisa dilihat dari kondisi kamarnya yang rapi dan bersih. Secara akademis tipe melankolis tergolong pandai dan cerdas. Orang dengan tipe melankolis suka mengatur orang lain, suka mengingatkan orang lain jika tidak sesuai, suka mengontrol semuanya sendiri, tidak mau kalah, bicaranya dingin, sesuai aturan atau baku. Selalu ingin tahu dan mengejar jawaban sampai mendalam karena menginginkan kesempurnaan.


Kelemahan:
Cenderung selalu mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri sampai melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Merasa tidak puas apabila sesuatu berjalan tidak sesuai kehendaknya atau yang dia rasa benar. Pemikirannya yang terlalu sempurna terkadang dianggap terlalu rumit dan tidak terlalu perlu oleh orang disekitarnya. Dianggap terlalu serius oleh orang disekitarnya.

4. Sanguinis ( Populer )
Sanguinis yang populer merupakan tipe karakter kepribadian yang suka menjadi bahan perhatian, ingin selalu disenangi oleh orang lain, menyukai kepopuleran. Ia juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan senang menjadi pusat perhatian. Seorang sanguinis selalu senang dalam situasi yang gembira, pesta-pesta, berkumpul dengan teman-teman dalam kondisi yang ramai. Senang terhadap aktivitas kebersamaan yang menyenangkan, namun hidupnya tidak teratur. Orang dengan tipe sanguinis susah berkonsentrasi dan diajak serius. Selalu cenderung memberikan keputusan setelah berpikir pendek.

Kelemahan:
Orang dengan tipe sangunis cenderung tidak terorganisir, tidak mudah mengingat hal hal yang terperinci, kurang serius dalam apapun. Ia juga kerap mempercayakan pada orang lain untuk melakukan pekerjaan, terlalu mudah ditipu dan kekanak- kanakan. Karakter sanguinis juga mempunyai ide cemerlang namun tidak mampu melaksanakan sampai akhir. Merasa sebagai orang tanpa kesalahan, berbicara terlalu banyak, mementingkan diri sendiri menjadi salah satu kelemahan lain. Selain itu karakter tipe ini juga mempunyai ingatan yang belum dikembangkan, pelupa, suka menyela dan menjawab untuk orang lain, tidak tertib dan tidak dewasa.
Dari semua tipe-tipe karakter manusia yang ada diatas bisa didapatkan jika tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankolis, mungkin tak ada kemajuan  di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan  tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang plegmatis, tiada orang bijak yang  mampu mendamaikan dunia.pKarakter osmedia.co





Diposting oleh mad berawi di 07.08 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 25 Juni 2020

MASALAH YANG SERING DIHADAPI PESERTA DIDIK

Masalah Yang Sering Dihadapi Peserta Didik



Masalah-masalah yang dihadapai konseli.
Pada dasarnya setiap individu menghadapi permasalahan dalam hidupnya dalam jenis dan intensitas yang berbeda-beda. Diantara masalah-masalah tersebut, beberapa masalah dapat dipecahkan sendiri tanpa turun tangan guru BK disekolah, Sedangkan masalah lainnya masih belum bisa diselesaikan sendiri sehingga membutuhkan bantuan guru/guru BK. Berikut adalah jenis-jenis permasalahan yang biasanya dihadapi oleh para konseli yang dimana adalah siswa disekolah.

  1. Masalah Kecewa, Kecewa itu sendiri adalah bentuk gangguan emosi yang timbul oleh ketidakselarasan antara apa yang diinginkan konseli dan kenyataan yang terjadi. Seorang siswa yang merasa kecewa karena perilaku temannya, Seorang siswa yang kecewa karena gagal dalam mengikuti tes dan masih banyak lagi hal lain yang dapat menimbulkan rasa kecewa. Konseli yang mengalami kekecewaan berlarut-larut tanpa penyelesaian dapat menimbulkan hal-hal yang dapat mengakibatkan kegelisahan, frustasi, salah ucap, dan lain sebagainya. Konseli yang gagal dalam menyelesaikan masalah ini sebaiknya meminta bantuan konseling kepada guru BK diskeolah,agar masalah ini tidak merangsang timbulnya masalah lain.
  2. Masalah Kecemasan, Kecemasan adalah suatu keadaan atau kondisi emosi yang tidak menyenangkan, dan merupakan pengalaman yang samar-samar disertai dengan perasaan yang tidak berdaya dan tidak menentu (Lazarus, 1978). Siswa akan menghadapi kecemasan bila menghadapi situasi yang membahayakan dirinya, seperti menghadapi Ujian Nasional, belum mengerjakan tugas dari guru atau melakukan kesalahan lain. Siswa yang tidak bisa mengatasi kecemasannya dengan sendiri, Bisa meminta bantuan guru BK untuk melakukan konseling.
  3. Masalah Frustasi, Frustasi adalah suatu bentuk kekecewaan yang tidak terselesaikan akibat kegagalan yang sering terjadi didalam mengerjakan sesuatu atau akibat tidak berhasil dalam mencapai cita-cita. Konseli yang mengalami frustasi, biasanya menampakkan gejala minatnya menurun, tidak mau melakukan usaha lagi, dan kehilangan kepercayaan diri. Pada umumnya layanan konseling yang diberikan kepada konseli untuk membantu membangkitkan minat dan motivasi pada aktivitas lain yang lebih cocok dengan potensi konseli.
  4. Masalah Stress, Stress adalah suatu bentuk gangguan emosi yang disebabkan adanya tekanan yang tidak dapat diatasi oleh individu. Disekolah siswa mungkin mengalami stress saat hubungannya dengan temannya tidak berjalan dengan baik,  atau saat mereka mengahdapi ujian. Siswa yang mengalami stress ringan dan sedang masih bisa dibantu guru BK dengan konseling, sedangkan bila stress yang diderita siswa sudah berat maka guru BK haru merujuk ke psikiater atau psikolog.
  5. Masalah Depresi, Masalah depresi dapat digolongkan kedalam gangguan emosi dan kepribadian yang perlu mendapatkan perhatian serius dari kalangan bidang kesehatan jiwa, psikolog, maupun ahli konseling. Bila masalah depresi yang dialami siswa normal, seperti keadaan murung, sedih, perasaan tidak puas, menurunnya kegiatan,pesimis menghadapi masa yang akan datang, maka kasusudemikian ini dapat dibantu dengan melakukan konseling. Namun bila depresi yang diderita konseli digolongkan berat dan kronis seperti memunculkan perilaku yang cenderung melakukan bunuh diri, maka kasus ini bisa di serahkan kepada pskiater atau psikolog.
  6. Masalah Konflik, Konflik ialah suatu bentuk pertentangan yang dialamioleh individu. Konflik sebagai masalah psikologis sanagt mempengaruhi perilaku individu. Siswa yang megalami konflik biasanya perilakunya menurun, seperti contoh siswayang mempunyai konflik dengan teman sekelasnya, maka ia akan jadi malas turun sekolah.jadi jelaslah bahwa konfli pada umumnya membawa dampak buruk bagi perilaku individu.
  7. Masalah Ketergantungan, Ketergantungan adalah suatu keadaan dimana seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya mengantungkan bantuan pihak lain. Dalam pandangan psikologis, masalah ketergantungan ini merupakan bentuk permasalahan yang paling ringan, akan tetapi bukan berati dampak yang ditimbulkannyapun ringan sebagai guru BK bantuan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan layanan konseling.
Itu tadi jenis-jenis permasalahan yang biasanya dihadapi oleh siswa disekolah, sebagai manusia kita memang tidak bisa terlepas dari permasalahan, akan tetapi kita bisa menghindari masalah itu.
Diposting oleh mad berawi di 06.53 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 24 Juni 2020

MEMAHAMI PENTINGNYA RASA PERCAYA DIRI DALAM KEHIDUPAN

MEMAHAMI PENTINGNYA RASA PERCAYA DIRI DALAM KEHIDUPAN

Rasa percaya diri memang sangat diperlukan dalam menjalani hidup, termasuk dalam perjuangan mendapatkan pasangan.

Banyak orang mengira kepercayaan diri adalah hal yang tak bisa dipelajari. Mereka menganggap kepercayaan diri berasal dari takdir, sehingga membuat mereka malas untuk berusaha mengembangkan dan melatih rasa percaya dirinya.
Nyatanya, rasa percaya diri dapat dipupuk dan dipelajari. Semua orang bisa hidup dengan kepercayan diri penuh, asalkan terus melatih dan mengembangkannya.
Kepercayaan diri adalah hal yang muncul seiring berjalannya waktu. Memang, ada beberapa orang yang nampak lahir dengan rasa percaya diri penuh.
Sebenarnya, rasa percaya diri itu muncul dari kombinasi pola asuh dan peristiwa yang terjadi di masa perkembangan.
Memang butuh waktu yang lama untuk mengembangkannya. Tapi, dengan terus berusaha mengembangkan rasa percaya diri, kita juga turut berkembang menjadi manusia yang lebih baik.
Chris Manak, pakar hubungan dari Australia, berpendapat bahwa menumbuhkan rasa percaya diri adalah hal penting.
Cukup membangun rasa percaya diri dalam satu bidang kehidupan, maka hal itu akan menyebar ke semua aspek dalam hidup kita.
Tapi, kita juga harus berhati-hati. Terkadang rasa percaya diri bisa muncul secara berlebihan yang mengarah pada kesombongan.
Kesombongan hadir dalam dua bentuk. Bentuk pertama dan paling umum biasanya datang dari perasaan rendah diri yang berlebihan.

Diposting oleh mad berawi di 08.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 22 Juni 2020

CARA BERADAPTASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH BARU

CARA BERADAPTASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH BARU


Penyesuaian diri di sekolah sangat penting bagi seorang siswa. Usaha untuk beradapatasi ini memerlukan sejumlah ketrampilan sosial sehingga anak mampu menyelesaikan masalah di sekolah, yang diantaranya adalah penyesuaian diri dengan guru, penyesuaian diri dengan guru, penyesuaian diri teman sebaya, penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah. Bagi siswa yang sedang belajar, penyesuaian diri di sekolah sangat penting, karena akan berpengaruh pada prestasi belajar. Berikut ini tips yang dapat diterapkan agar mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru:

1. Persiapkan mental; Sebetulnya persiapan yang diperlukan lebih ke arah mental. Sekolah baru yang akan dimasuki merupakan sebuah lingkungan yang telah terbentuk, baik dari segi karakter maupun dari segi budaya. Sehingga salah satu cara yang dapat membantu dalam beradaptasi adalah dengan menerima kondisi baru tersebut yang mungkin saja beragam dan berbeda dengan keadaan diri. Pemahaman ini akan mengarahkan diri untuk bersikap lebih dewasa dalam menyikapi hal-hal baru yang belum pernah dihadapi di sekolah terdahulu.

2. Berbaik sangka; Buang jauh-jauh pikiran bahwa lingkungan sekolah baru nanti kurang menyenangkan termasuk kekhawatiran tentang teman-teman yang tidak bersahabat atau guru-guru kurang ramah. Ganti kalimat tersebut, penuhi otak dengan kalimat-kalimat positif seperti lingkungan sekolah baru akan sangat menyenangkan, teman-teman mengasyikkan dan guru-gurunya pun ramah.

3. Pelajari Situasi; Sebelum masuk sekolah, ajarkan untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolahnya. Bawalah ia mengunjungi ‘calon sekolahnya’ dahulu. Dan biasakan anak mengenal situasi baru dan beradaptasi di dalamnya. Tekankan bahwa ia tak perlu takut pada situasi yang baru karena ia berada di lingkungan aman.

4. Sesuaikan Keadaan Sekolah; Dari jauh-jauh hari, siapkan informasi tentang sekolah barunya. Entah peraturan sekolah atau kebiasaan guru-guru mengajar. Nah, tetapkan keteraturan kegiatan sekolah dengan di rumah. Misalnya, sesuaikan jadwal bangun dengan jadwal masuk sekolah.

5. Taat aturan; Perlu disadari bahwa memasuki sekolah baru berarti memasuki tempat yang telah mempunyai peraturan. Peraturan sekolah tersebut bisa saja berbeda dengan sekolah sebelumnya. Mengikuti dan mematuhi peraturan yang ada merupakan salah satu jalan membuat diri nyaman di sekolah baru.

6. Memanfaatkan MOS; Masa orientasi sekolah adalah salah satu masa yang bisa dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekolah. Pada kegiatan tersebut akan diperkenalkan siapa saja elemen lingkungannya seperti kepala sekolah, guru-guru, staf tata usaha, peraturan yang berlaku, kegiatan formal sekolah yang wajib diikuti dan kegiatan ektrakurikuler yang bisa dipilih setiap siswa, dan sekaligus momen yang bisa digunakan untuk mengenal teman baru.

7. Menghargai sesama; Selama  bisa saling menghargai dan menghormati teman baru maka tidak perlu takut. Tidak semua orang dapat dengan cepat menerima orang lain. Dengan memmulai percakapan sederhana yang ringan sehingga dapat mencairkan suasana, tetapi hindari memaksakan pendapat dan kehendak pada teman baru. Semakin  bisa menghargai teman baru, semakin cepat keakraban terjalin.

8. Kenali dan hormati guru; Lalu bagaimana cara beradaptasi dengan guru. Guru adalah orang tua saat di sekolah sehingga perlakukan layaknya sedang berhadapan dengan orang tua di rumah. Selain itu, guru-guru adalah individu-individu yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. bertanya pada kakak kelas apa yang tidak disukai oleh guru-guru di sekolah sehingga bisa diantisipasi lebih dulu. Pada dasarnya setiap orang senang diperlakukan dengan baik serta dihargai sesuai porsi dan perannya. Sebagai siswa, membiasakan diri untuk bertutur kata sopan dan bersikap santun terhadap guru-guru. Hal ini akan membuat guru-guru merasa dihargai. Jangan ragu untuk menyapa dan memberi salam setiap guru yang berpapasan.

9. Menjadi diri sendiri; Memang sebaiknya ramah terhadap teman-teman yang baru dikenal, namun yang terpenting tetaplah menjadi diri sendiri. Jangan melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak mencerminkan siapa diri sesungguhnya. Hal-hal yang dilakukan tidak sesuai dengan kepribadian hanya akan membuat diri kurang nyaman yang bisa saja terbaca oleh teman baru. Menjadi diri sendiri akan memudahkan berinteraksi lebih natural yang mungkin saja mempermudah teman baru untuk mengenal lebih dalam.




Diposting oleh mad berawi di 07.14 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 19 Juni 2020

PENTINGNYA KEJUJURAN




Pentingnya Kejujuran

Jujur merupakan suatu kata yang sederhana, dan memiliki arti yang sederhana pula, yaitu “ mengakui, berkata atau memberikan suatu pernyataan/informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran”. Kejujuran juga harus dilakukan atau di praktikan dalam kehidupan sehari-hari.


Jujur merupakan sikap yang ada pada diri manusia. Akan tetapi kebanyakan manusia sulit menerapkan sikap jujur pada dirinya, serta saat ini jarang sekali orang yang benar-benar jujur. Sikap jujur harus ditanamkan pada diri sendiri, dan harus mulai diterapkan pada usia dini. Menerapkan sikap jujur pada anak di usia dini sangatlah penting, karena dengan menerapkan kejujuran pada anak, akan membiasakan anak untuk berkata dan bersikap jujur.
Sikap jujur atau amanah merupakan salah satu sikap yang ada dan dimiliki nabi Muhammad SAW, nabi sendiri menerapkan kejujuran sejak beliau masih kecil. Bahkan pada saat nabi berdagang, beliau lebih mementingkan kejujuran di bandingkan dengan keuntungan. Bahkan dengan kejujuran nabi selalu mendapatkan keberkahan dan keuntungan yang tak terhingga. Karena dengan kejujuran pasti akan membuahkan hasil yang baik. Maka dari itu nabi selalu mencontohkan dan mengajarkan pada umatnya agar bersikap jujur dalam segala hal, baik dalam perkataan atau pun perbuatan. Dalam islam sikap jujur sangat di anjurkan serta di utamakan. Karena kejujuran merupakan tolak ukur umat yang bertaqwa.
Memiliki sikap jujur sangatlah penting, karena dengan kejujuran akan banyak hikmah yang bisa didapat. Ada beberapa contoh hikmah dari kejujuran salah satunya, apabila dalam pekerjaan kita selalu mengutamakan kejujuran, maka orang akan mempercayai dan menghargai kita. jika kita ingin dipercaya ataupun dihormati, baik dalam bidang pendidikan, pekerjaan, berdagang, serta dalam berpolitik, kita harus mengutamakan yang namanya kejujuran. Karena kejujur merupakan salah satu kunci dari keberhasilan.
Kebanyakan dari orang tua pasti selalu menerapkan serta mengajarkan (mendidik)anaknya untuk bersikap jujur. Dalam mendidik dan memotivasi supaya seorang anak menjadi orang jujur, orang tua sering sekali mengatakan pada anaknya bahwa menjadi orang yang jujur itu sangat baik, dipercaya orang, disayang orang tua, bahkan dikasihi oleh Allah. Orang tua malakukan serta mengatakan hal itu karena mereka menginginkan anak mereka menjadi orang yang jujur.
Sikap jujur seharusnya ada pada diri setiap orang, baik seorang pemimpin, pengusaha, guru, pegawai, pedagang atupun orang biasa. Untuk menjadi orang yang jujur (amanah) kita harus mengintofeksi diri serta menanamkan nilai kejujuran pada diri sendiri dimulai dari sekarang. Seperti peribahasa yang mengatakan “lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali”......
Diposting oleh mad berawi di 08.07 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

MULI LAMPUNG

MULI LAMPUNG
Ayu Rahmadani M

Photo Slide

Pengikut

Mekhanai Lampung

Mekhanai Lampung
Muhammad Fatih MS

Arsip Blog

  • ▼  2023 (7)
    • ▼  Agustus (7)
      • Kejujuran dengan memberikan apresiasi kejujuran
      • Tiga Tingkatan Kejujuran
      • Kejujuran dengan memberikan apresiasi kejujuran
      • Tiga Tingkatan Kejujuran
      • Kejujuran dengan memberikan apresiasi kejujuran
      • Kejujuran dengan memberikan apresiasi kejujuran
      • Tiga Tingkatan Kejujuran
  • ►  2022 (75)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Juli (9)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (17)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2021 (36)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (20)
    • ►  Agustus (9)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2020 (66)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (22)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (15)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (12)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (2)

Mengenai Saya

mad berawi
Lihat profil lengkapku
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.