Jumat, 18 September 2020

Membiasakan Berfikir Positif

 cara perpikir yang positif 

  • Berpikir positif memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terutama ketika sedang tertimpa suatu masalah, tidak sedikit orang yang cenderung berpikiran negatif. Hal tersebut berpotensi membuat pelakunya cemas, khawatir, dan tertekan.
  • Padahal, berpikir positif dapat memberi pengaruh yang baik untuk keadaan psikologis kita. Pola pikir ini juga bisa membuat kita lebih menikmati hidup. 
  • Lantas, bagaimana cara berpikir positif? Berpikir positif dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik yang telah terbukti efektif dalam membantu seseorang mengubah persepsinya. Beberapa cara berpikir positif yang bisa diterapkan, di antaranya:

Lihat sisi baiknya Masalah

 apa pun bisa datang kapan saja dalam kehidupan. Ketika dihadapkan pada satu persoalan, fokuskan pikiran pada hal-hal baik yang ada di balik persoalan tersebut, meski hanya berupa hal kecil. 

Misalnya, ketika teman membatalkan acara secara tiba-tiba, kita sebaiknya melihat sisi baiknya, yaitu jadi memiliki waktu luang untuk bersantai atau beristirahat. Hindari rasa kesal atau kecewa karena akan membuat pikiran dipenuhi hal negatif.

Sebagian orang seringkali membandingkan dirinya dengan orang lain yang hidupnya terlihat lebih bahagia. Hal bisa membuatnya iri, dengki, rendah diri, dan pikirannya menjadi kalut. Oleh sebab itu, biasakan untuk bersyukur agar pikiran tetap positif dan hidup terasa lebih berarti. Kita dapat mensyukuri apa pun yang kita miliki, baik keluarga, teman, pekerjaan, ataupun hal-hal lain yang membuat bahagia.

Berbicara hal positif pada diri sendiri

 Seseorang dapat menjadi kritikus yang buruk bagi dirinya sendiri. Seiring waktu, hal tersebut dapat menyebabkan kita membentuk opini negatif tentang diri sendiri yang akan sulit dihilangkan. Oleh sebab itu, untuk menghentikan hal tersebut, kita harus berbicara hal positif pada diri sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam cara berbicara pada diri sendiri dapat memengaruhi kemampuan kita untuk mengatur perasaan, pikiran, dan perilaku ketika berada di bawah tekanan. Hindari menyalahkan diri sendiri, seperti “Saya mengacaukan semuanya.” Akan tetapi, gantilah dengan kata “Saya akan mencoba memperbaikinya.”

Lebih banyak tersenyum 

Tersenyum dapat membuat lebih tenang dan berpikiran positif. Dalam sebuah penelitian, orang-orang yang tersenyum ketika melakukan tugas yang penuh tekanan merasa lebih positif setelahnya, daripada yang tak menunjukkan ekspresi apa pun. Jadi, meski sedang mendapat persoalan, tegarkan diri dan cobalah untuk tersenyum.

Tertawa 

Penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat menurunkan stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini juga dapat meningkatkan suasana hati dan membuat beban yang kita miliki terasa berkurang. Perbanyaklah tertawa dengan menonton video lucu, film komedi, ataupun membuat lelucon dengan anak-anak. 

Mengembangkan optimisme Belajar

 berpikir positif ibarat menguatkan otot. Sebab, semakin sering menggunakannya, maka semakin kuat pikiran tersebut. Salah satu cara berpikir positif yang harus kita lakukan, yaitu mengembangkan optimisme. Ketika memiliki rasa optimis, kita tidak akan takut gagal dan melihat suatu hal dengan positif. Namun, kita juga tidak boleh terlalu optimis secara berlebihan karena malah akan berujung menjadi orang yang terlalu percaya diri.

 Berbuat baik

 Berbuat baik dapat membuka pikiran tentang orang lain. Terkadang, kita mungkin hanya melihat orang dari penampilannya saja dan langsung memiliki pemikiran negatif tentangnya. Padahal kita tidak tahu apa yang ada dalam hatinya. Oleh sebab itu, berbuat baik akan mengubah pikiran menjadi lebih positif. Selain itu, kita juga dapat lebih menghormati dan menghargai orang lain. 

Hilangkan drama

 Ketika merasa terpuruk, kita mungkin merasa hidup kita adalah hal yang paling menyedihkan di dunia. Padahal mungkin kenyataannya tak seburuk itu. Mendramatisir kehidupan justru akan membuat hidup semakin terasa menyedihkan dan pikiran menjadi penuh kekacauan. Oleh sebab itu, jika ingin berpikir positif, jauhkan diri dari pemikiran-pemikiran drama seperti itu. 

Berada di sekitar orang-orang positif

 Tahukah kamu jika negativitas dan positivitas bisa menular? Ketika bergaul dengan toxic people, kita bisa ikut terpengaruh dan mengikuti kebiasaannya. Begitu juga sebaliknya, ketika bergaul dengan orang-orang positif, maka hal positif akan menular. Berada di sekitar orang-orang positif telah terbukti dapat meningkatkan harga diri dan peluang untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu, bergaulah dengan orang-orang yang dapat membawa kita pada sisi yang baik. 

Membayangkan masa depan yang baik

 Penelitian menunjukkan bahwa membayangkan masa depan yang baik, entah mengenai karir, hubungan, ataupun hal lain, dapat membuat lebih bahagia di masa sekarang. Hal ini tentu bisa membantu kita berpikir positif dan tak mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, jangan sampai terlena untuk melamun saja karena kita juga harus menunjukkan tindakan untuk mewujudkan masa depan yang baik tersebut. Membiasakan diri melakukan berbagai cara berpikir positif tersebut bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mulailah untuk berpikir positif agar hidup menjadi lebih indah.



Kamis, 17 September 2020

Monitoring Waka Kesiswaan

 Monitoring Waka Kesiswaan Dengan Guru Bimbingan dan Konseling berkenaan dengan kegiatan Mutaba'ah peserta didik





Rabu, 16 September 2020

Pemahan Terhadap Orang Lain

 

pemahaman terhadap orang lain



A.    Pengertian Pemahaman Terhadap Orang Lain
            Pemahaman berasal dari kata paham yang mempunyai arti mengerti benar, sedangkan pemahaman merupakan proses perbuatan cara memahami (Em Zul,Fajri & Ratu Aprilia Senja, 2008 : 607-608). Jadi pemahaman terhadap orang lain ialah proses dimana seseorang belajar untuk dapat memahami karakteristik seseorang.
B.     Prinsip Pemahaman Terhadap Orang  Lain
a)      Pahami Karakter diri dan Orang Lain.
            Menurut Florence Littauer, dalam bukunya yang berjudul Personality Plus, karakter/watak berbeda dengan kepribadian. Karakter adalah diri kita yang sesungguhnya, sedangkan kepribadian adalah seperti pakaian yang kita kenakan. Kepribadian dapat kita ubah, sedangkan karakter tidak. Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing. Tidak ada dua orang yang sama persis. Setiap orang dilahirkan dengan ciri khas karakter sendiri. Karakter kita tidak akan berubah. Yang bisa berubah adalah kepribadian kita.
b)      Fokus pada Kekuatan bukan Kelemahan.
            Untuk membangun hubungan yang kokoh dan berlanjut untuk masa yang panjang, kita perlu kemampuan untuk memfokuskan diri pada kekuatan kita atau kekuatan orang lain, bukan pada kelemahan. Cobalah untuk mempelajari apa yang menjadi kekuatan kita dalam berhubungan dengan orang lain. Selain itu kita harus juga dapat melihat kekuatan atau hal-hal positif yang dimiliki orang lain, sehingga kita dapat bersikap adil terhadap setiap orang. Karena setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Dengan memfokuskan pada kekuatan, kita dapat senantiasa memperkuat fondasi dari setiap hubungan yang kita bangun dengan orang lain.
c)      Kembangkan Komunikasi Empatik.
            Salah satu kebiasaan manusia yang efektif yang dirumuskan oleh Stephen Covey (7 Habits of Highly Effective People) adalah prinsip komunikasi empatik, yang berarti berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Hal ini memerlukan perubahan paradigma yang sangat mendalam. Kita biasanya berusaha lebih dahulu untuk dimengerti. Kebanyakan orang mendengarkan orang lain tidak dengan maksud untuk mengerti, mereka mendengar dengan maksud untuk menjawab. Orang Jawa mengenal prinsip ini dengan istilah tepo sliro, artinya kita menempatkan diri kita pada situasi orang lain, sehingga kita bisa lebih memahami perilaku orang lain kepada kita.
d)     Pujian yang Tulus dan Teguran yang Tepat.
            Kita dapat membuat orang lain atau diri kita sendiri menjadi lebih baik dengan cara memberikan pujian, dorongan dan kata-kata atau gesture yang positif. Peliharalah hubungan Anda dengan orang lain. Pelihara dan rawatlah hubungan pribadi kita. Kapan terakhir kita mengatakan kepada istri bahwa kita mencintainya? Kapan terakhir mengatakan kepada seseorang bahwa kita berterima kasih atas dukungan, perhatian, dan kerja samanya? Jika hal ini dikatakan dengan sepenuh hati dapat menjadi sangat berarti.
e)      Kehidupan Seperti Gema.
            Kehidupan adalah seperti gema. Apa yang kita kirimkan ke luar – kembali lagi. Apa yang kita tabur – kita panen. Apa yang kita berikan – kita peroleh. Apa yang kita lihat pada diri orang lain – ada dalam diri kita. Merupakan hukum alam bahwa apa yang kita terima dari orang lain adalah akibat dari apa yang kita berikan. Kita bisa mendapatkan segala-galanya yang kita inginkan dalam kehidupan, jika kita cukup banyak membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
f)       Mulai dengan Apa yang dipikirkan.
            Jika apa yang Anda pikirkan mengenai orang lain berubah, maka sikap dan tindakan mereka terhadap Anda juga akan berubah. Karena manusia sangat sensitif satu sama lain dalam banyak hal, kita biasanya sangat peka terhadap apa yang dipikirkan oleh satu sama lainnya.
C.    Manfaat Pemahaman Terhadap Orang Lain
1.      Dapat mengetahui karakter seseorang
2.      Dapat empati dari orang lain
3.      Saling memahami kesulitan orang lain
4.      Saling tolong menolong.
5.      Tidak mudah menyakiti hati orang lain.


D.    Cara Pemahaman Terhadap Orang Lain
1.      Berfikir terbuka terhadap diri sendiri dan orang lain.
            Berfikir terbuka merupakan sarana terpenting untuk perasaan dan dapat menguatkan nilai-nilai keprribadian. Jika anda telah berpikir secara terbuka tentu anda akan mulai berfikir secara menyeluh, melihat segala sesuatu dari berbagai sudut, bukan menatap permasalahan dari satu sisi, misalnya permasalahan dengan guru atau teman sekelasnya.
2.      Terima sifat alami manusia.
            Manusia tidak luput dari kesalahan. Tidak semua orang bisa berbaik hati. Tiap orang pasti pernah mengatakan hal yang salah, terganggu ketika sedang melakukan sesuatu, atau kadang-kadang lupa. Anda harus ingat: semua masalah yang Anda miliki di hidup Anda, semua rasa sakit yang pernah Anda rasakan, juga dimiliki dan dirasakan orang lain. Tiap orang punya masalah masing-masing, dan Anda harus ingat itu tiap kali Anda ingin akur dengan orang lain yang sulit didekati atau terlihat mengabaikan Anda. Mungkin dia merasa itu yang terbaik untuknya.
3.     Cobalah bersimpati atau empati pada orang lain.
            Simpati adalah ketika Anda paham atau mencoba memahami mengapa seseorang merasakan apa yang mereka rasakan. Empati adalah ketika Anda sendiri sudah pernah merasakan apa yang mereka rasakan dan tahu bagaimana rasanya. Keduanya adalah perasaan yang bagus untuk dirasakan terhadap seseorang. Ketika seseorang sulit didekati atau terlihat mengabaikan Anda, cobalah mengerti perasaannya. Pahami bahwa karena Anda belum pernah mereka rasakan, perasaan dan pengalaman yang dirasakan orang lain berarti valid. Ingat bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan mereka sedang berusaha mengatasi masalah mereka. Pikirkan juga bagaimana masalah Anda kadang membuat Anda terlihat lebih jahat daripada biasanya atau membuat Anda melakukan hal yang kemudian Anda sesali. Ini akan membuat Anda merasa lebih baik dan membuat interaksi Anda dengan orang lain membaik.
4.      Gunakanlah rasa sabar
            Untuk mengenal orang lain tidak akan selesai dalam satu atau dua hari, sama seperti untuk memahami sebuah pelajaran, memahami orang lain membutuhkan waktu, kita akan mempelajari sifat-sifat orang disekitar kita, contoh teman dekat atau kekasih, jika kekasih anda orang yang tidak suka banyak bicara jangan suka sering bicara yang tidak jelas tujuannya jika berada disamping dia.

Selasa, 15 September 2020

Evaluasi Diri Siswa


Evaluasi Diri dan Antar Peserta Didik K-13


 Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang sudah di desain sedemikian rupa oleh pemerintah, yang diharapkan tujuan Indonesia emas pada tahun 2045 tercapai. oleh karena itu pada saat pembelajaran, berlangsung penilaian meliputi KI 1 - KI 4, yaitu penilaian pada aspek religius, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. dalam kurikulum 2013 peserta didik tidak hanya dinilai dari pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi religius dan sosial juga dinilai. yaitu melalui pengamatan guru terhadap peserta didik. kemudian ada penilaian individu dan antar peserta didik. dari sini timbul pertanyaan kapan pelaksanaan penilaian individu dan antar peserta didik dilakukan?


saya belum menemukan aturan yang mengkaji tentang kapan penilaian individu dan antar peserta didik diberlakukan, hal ini terkait dengan pelajaran yang lain. dalam artian peserta didik akan merasa bosan dengan penilaian individu dan antar peserta didik yang diberikan oleh guru dari berbagai pelajaran. karena akan menjawab pertanyaan yang kemungkinan besar sama pertanyaannya.

saya pernah mendengar cerita dari guru tentang penilaian individu dan antar peserta didik. pelaksanaan penilaian individu dan antar peserta didik dilaksanakan setelah ujian semester dilakukan. tugas guru semangkin banyak, mengoreksi hasil semesteran di tambah lagi dengan penilaian individu dan antar peserta didik dari beberapa kelas. harapan saya dalam kurikulum 2013 ini untuk peraturan penilaian individu dan antar peserta didik di buat. sehingga guru tidak harus bingung untuk melakukan evaluasi secara keseluruhan.

penilaian antar peserta didik juga dinilai subjektif, dikarenakan sesama teman akan menilai yang baik-baiknya saja, ada rasa pekewuh (tidak enak hati). jika penilaian ini tetap diberlakukan hendaknya tidak merepotkan guru dan peserta didik. muncul dari pemikiran saya bagaimana kalau evaluasi diri dan antar peserta didik hanya diberikan oleh sekolah melalui wali kelas saja. tidak diberikan oleh semua guru yang mengajar dalam kelas itu. kurikulum 2013 tidak membuat guru bingung dengan sederet administrasi, akan tetapi kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. dan sekolah juga harus aktif dalam menilai peserta didik, tidak hanya guru. prosedur penilaian tidak hanya dilakukan guru, akan tetapi ada sekolah dan pemerintah. kalau dari guru sudah jelas sudah melakukan evaluasi, pemerintah juga melalui UAN, tetapi mungkin baru sedikit sekolah yang baru mengadakan evaluasi kepada peserta didik.

Senin, 14 September 2020

5 Tahap Mengenali dan Mengembangkan Minat Bakat Anak

Pengenalan Minat Dan Bakat Peserta Didik Sejak Usia Dini 


Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini akan sangat bermanfaat bagi orangtua untuk mengarahkannya secara tepat dan sesuai usia. Minat dan bakat anak nantinya akan menjadi life skill, yaitu kemampuan khusus untuk dapat bertahan hidup dan menjadi berhasil. Ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat hingga mereka dewasa nanti.

 Sahabat Keluarga dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 5 tahap bagaimana mengembangkanminat dan bakat anak sejak dini: 


1. Memberikan stimulus Beri rangsangan pada anak untuk bisa lebih bereksplorasi terhadap diri dan lingkungan. Orangtua dapat memulai dengan memberi kesempatan pada anak mengenal berbagai macam bentuk kegiatan, olahraga, hobi, musik, atau berbagai jenis pekerjaan di sekelilingnya. Tentunya hal ini perlu dilakukan dengan menggunakan pendekatan ringan dan menyenangkan sesuai usia anak.

Sebagai contoh, orangtua dapat mengajak anak ke lapangan untuk melihat berbagai macam jenis olahraga, menghadiri pertunjukan musik ramah anak, menyaksikan pentas-pentas kesenian atau dengan berjalan-jalan di taman bermain. Melalui stimulan ini, orangtua dapat mendeteksi apa yang menjadi minat dan bakat anak.

2. Mengamati tingkah laku Dalam tahap ini, orangtua mulai mengobservasi pada jenis kegiatan apa anak merasa senang, ingin melakukan berulangkali, atau merasa tertarik sehingga selalu ingin tahu lebih banyak. Sebagai contoh, setelah beberapa kali diajak main di lapangan olahraga, anak merasa tertarik dengan sekumpulan orang yang bermain sepatu roda, maka orangtua dapat mengajak anak lebih mengenal olahraga menarik perhatiannya itu. 

3. Perhatikan kecerdasan  Tidak ada anak yang tidak cerdas. Setidaknya ada 9 jenis kecerdasan dimiliki anak, yaitu kecerdasan bahasa, kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis dan kecerdasan ekstensial. Sembilan kecerdasan ini sering disebut sebagai kecerdasan majemuk (multiple intelligence) hasil penelitian Dr Howard Gardner, Harvard University. Teori ini dapat digunakan sebagai bahan acuan orangtua dalam menggali minat dan bakat anak. Bisa saja seorang anak tidak cakap dalam berhitung tapi sangat lincah dalam gerak dan olah tubuhnya, sehingga ia sangat berbakat di kegiatan olahraga seperti senam (gymnastic). 

4. Beri ruang eksplorasi Bila orangtua sudah mengetahui bakat dan minat anak, maka langkah selanjutnya  memberikan ruang tepat agar bisa mengekspresikan kemampuan. Mendekatkan anak dengan orang yang ahli dengan aktivitas yang ia sukai, bergabung dengan perkumpulan yang sesuai bakat dan minat anak adalah salah satu cara memberikan ruang gerak aktif bagi mereka. Selain itu, eksplorasi bakat dan minat anak juga bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai perlombaan sesuai bakat dan minatnya sehingga anak akan semakin percaya dengan diri.

 5. Memberi dukungan positif Hargai setiap usaha yang telah dilakukan anak. Keluarga dan lingkungan (teman, guru, tetangga) berperan besar dalam pemupukan minat dan bakat anak sejak dini. Dibutuhkan dukungan positif agar anak dapat mengembangkan bakat dan minatnya secara optimal. Bentuk dukungan bukan hanya secara materi namun terlebih perhatian dan waktu. Pujian atau apresiasi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam mendukung anak mengembangkan minat dan bakatnya.

Jumat, 11 September 2020

Hubungan antara remaja

 A.    PengertianLingkungan Hidup dan Pergaulan Remaja

Lingkungan hidup adalalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik, lingkungan hidup juga biasanya diartikan sebagai pengetahuan dasar tentang bagaimana makhluk hidup berfungsi dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan mereka. Lingkungan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan, manusia menjadi salah satu komponen dari lingkungan hidup itu sendiri. Kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan hidup,tempat ia tinggal. Dengan demikian, lingkungan hidup sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. 

Sedangkan pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu,atau individu dengan kelompok. Manusia ditakdirkan untuk sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia yang lain. Pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar terutama pada pembentukan kepribadian pada remaja. Pergaulan yang ia lakukan akan mencerminkan kepribadiannya baik pergaulan yang positif maupun negatif. Pergaulan yang positif akan membawa dampak positif juga pada remaja tersebut seperti ia mulai terbiasa bekerja sama dengan oranglain dalam kegiatan yang baik seperti dalam organisasi. Sedangkan pergaulan yang negatif lebih mengarah pada pergaulan bebas yang sangat membahayakan dan harus dihindari. Remaja terkenal sangat labil,mudah terbujuk dan bahkan dia ingin mencari tahu banyak hal, namun ia kadang tidak perdulihal tersebut baik atau tidak.

B.     MasalahPergaulanRemaja yang BerhubungandenganLingkunganHidupnya

Pergaulan remaja terbagi menjadi dua aspek yaitu pergaulan remaja yang sehat dan tidak sehat. Pergaulan remaja yang sehat adalah pergaulan yang sesuai dengan etika pergaulan. Sebaliknya, pergaulan yang tidak sehat yaitu pergaulan yang menyimpang dari etika pergaulan. Dalam pergaulan yang tidak sehat, remaja akan melakukan penyimpangan. Mereka terkadang melakukan penyimpangan yang masih dapat diterima masyarakat yang bersifat temporer dan tidak ia lakukan secara berulang. 

Seperti : melanggar peraturan lalu lintas,merusak fasilitas disuatu tempat, dan tidak terkontrol pada saat berkendara (ugal-ugalan). Namun hal tersebut tetap harus mendapat perhatian agar tidak menjalar. Kemudian remaja yang melakukan penyimpangan yang berupa perbuatan yang dilakukan seseorang dan tidak bisa ditolerir oleh masyarakat. Seperti : membunuh, berjudi, melakukan pemerkosaan, dan minum minuman keras.

C.    Solusi Untuk Masalah Pergaulan Remaja yang Berhubungan dengan Lingkungan Hidupnya

Ada beberapa cara mengembangkan pergaulan yang sehat yaitu :

·         Berikan ilmu agama yang cukup untuk membangun iman remaja.

Bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman,pendalaman ,dan ketaan kepada ajaran ajaran agama.

 

·         Mendorong remaja agar mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan yang positif.

Jika ada waktu luang, isilah dengan kegiatan yang positif, bisa juga dengan menekuni hobinya seperti bermain musik,futsal,mengikuti les vokal, dan lain lain.

·         Mengajarkan kepada remaja agar berhati-hati dalam memilih teman.

Untuk mengantisipasi adanya salah pergaulan atau agar tidak terpengaruh dengan sifat yang baik atau tidak, kita harus memilih teman. Dengan memilih teman bukan berarti kita tidak boleh berteman dengan semua orang, namun jagalah jarak dengan orang meng cenderung bersikap tidak baik.

D.    Dampak Pergaulan Remaja

·         Kenakalan dalam keluarga

Remaja umumnya masih labil dalam hal yang negatif. Sehingga dalam hal ini orang tua sangat berperan penting dalam mengontrol dan mengawasi mereka dengan memberikan pengertian dan memberi larangan jika ia melakukan hal tertentu. Namun, terkadang larangan tersebut dianggap sebagai kekangan. Akibatnya, mereka akan memberontak dengan tidak menghormati orang tua, berbicara tidak sopan dan kasar, dan yang paling membuat miris yaitu mereka mengabaikan  perkataan orang tua.

·         Kenakalan dalam pergaulan

Pergaulan bebas yang sering terjadi sangat mengancam remaja. Karena hal tersebut sampai sekarang ini sangat menyebar luas dan menjebak para remaja seperti, pemakaian obat terlarang, seks bebas,dan lain lain yang dengan mudah membawa remaja pada pergaulan yang buruk. Tentu, keluarga harus menanggung perbuatan anaknya dengan cukup berat.

·         Kenakalan dalam sekolah

Kenakalan disekolah sudah sangat sering terjadi. Namun,remaja yang melakukan kenakalan di bidang pendidikan tidak semua akan menjadi sosok yang berkepribadian buruk, karena mereka masih bisa diarahkan pada hal yang benar. Kenakalan di sekolah antara lain, membolos,tidak mengerjakan tugas atau PR dll.

 

Kamis, 10 September 2020

Nilai-Nilai Kehidupan Peserta Didik

 

Nilai-Nilai Kehidupan 


Nilai-nilai atau peraturan-peraturan dalam masyarakat berlaku dan disepakati bersama-sama dalam kehidupan,sehingga anda sering mendengar kata-kata “baik dan tidak baik”,”boleh dan tidak boleh”,”sopan dan tidak sopan”,”penting dan tidak penting”,dan sebagainya.Manusia tidak dapat hidup sendiri oleh karena itu sangat penting memahami nilai kelompok,masyarakat,negara,dan pribadi sendiri.

Sedangkan yang di maksud dengan nilai kehidupan,adalah segala nilai yang hidup dan mempengaruhi tindakan seseorang.Misalnya ketika terjadi penyerangan AS dan tentara sekutu terhadap negara Irak,Indonesia mengutuk negara tersebut.Di sini nilai-nilai dasar “bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa” mendasari tindakan bangsa Indonesia

Kepribadian yang sukses dibentuk dengan nilai-nilai yang kuat.Kehidupan akan bermakna jika dilandasi dengan nilai-nilai kebajikan dan kemuliaan.Khalil Kavari menyatakan “apabila manusia gagal dalam mencapai makna hidupnya,hal ini terjadi akibat salah orentasi dalam menjalani kehidupannya”.

Makna hidup yang hakiki adalah ketika manusia merasa bahagia dan ini terletak pada dimensi “spiritual”.Setiap manusia hidup dalam suatu lingkaran sistem tata nilai dalam masyarakat.Manusia memenuhi kebutuhan masing-masing bersama-sama membentuk masyarakat.Individu dan masyarakat saling membutuhkan.

Namun keinginan masyarakat (atau kelompok yang mewakilinya) tidak selalu sama dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing individu.Bahkan dapat terjadi adanya ketegangan atau pertentangan antara pribadi dengan masyarakat.Contoh saluran air dijalan tersumbat oleh sampah sehingga pada saat hujan turun terjadi banjir.
Untuk mengatasi masalah tersebut pengurus RT/RW memutuskan mengadakan kerja bakti dan meminta sumbangan biaya pengerukan sampah.Sebagian kepala keluarga rela melakukan kerja bakti dan menyumbangkan uang sesuai dengan kemampuannya.Tetapi ada sebagian yang lebih mementingkan keperluan pribadinya,diantaranya pergi berrekreasi keluar kota dan lainnya.Disini terlihat perbedaan minat dan kebutuhan masyarakat dengan kebutuhan pribadi.

Memilih nilai-nilai dalam kehidupan nyata,semua nilai-nilai bercampur dimasyarakat.Nilai baik buruk,positif negatif,keadilan kecurangan,kemuliaan kehinaan,amal ibadah kemaksiatan,seluruhnya berbaur menjadi satu.Masing-masing punya banyak pengikutnya,banyak yang melakukannya.

Kita jangan terkecoh,kita harus berfikir jernih dan menghidupkan hati nurani.Hati nuranilah yang mampu melihat mana nilai-nilai yang benar-benar mulia dan mana yang hina.Kita jangan tertipu karena hari ini banyak terjadi bahwa nilai-nilai keburukan (kemaksiatan) justru mayoritas masyarakat menggemarinya.Nilai-nilai kecurangan justru banyak yang melakukannya.Sebaliknya keadilan dan kebajikan justru sedikit orang yang mengikutinya.

Perbedaan nilai-nilai dalam kehidupan selalu ada perbedaan,nilai-nilai yang dikembangkan disebuah keluarga akan membentuk kepribadian anggota keluarganya.Demikian juga bagaimana keluarga mengatasi perbedaan dan konflik nilai-nilai.Misalnya ada keluarga yang suka membaca dan mengutamakan pendidikan.

Ada yang mengembangkan nilai-nilai sosial dan organisasi.Sebagian yang lain mengutamakan jiwa bisnis dan berwiraswasta.Bahkan ada yang mampu membangun keluarga agamis,meskipun menekuni profesi yang beraneka ragam.Dalam mengatasi konflik nilai-nilai ada keluarga yang otoriter bebas permisif,liberal,sekuler,demokratis,dan agamis.

Hidup tetap sukses dengan manajemen terhadap konflik,adanya perbedaan adalah fitrah manusia.Apabila secara salah,perbedaan memang dapat menimbulkan pertentangan dan benturan-benturan atau pertikaian.Apabila disikapi dengan benar,perbedaan itu justru menjadi rahmat (kekuatan atau kebaikan).

Kepribadian yang mantap dan matang justru dibentuk melalui proses hidup dan berlatih mengatasi permasa;lahan atau konflik yang terjadi setiap saat.Buatlah kiat-kiat atau cara bagaimana manusia tetap sukses dalam hidupnya,dengan cara melatih diri mengatasi permasalahan yang terjadi,inilah yang disebut dengan istilah manajemen terhadap konflik.

Contoh sikap dengan istilah manajemen konflik adalah terimalah orang lain apa adanya dan utuh,termasuk sejumlah perbedaan yang ada.Membesar-besarkan perkara yang kecil adalah tindakan yang tidak bijak,menyepelekan atau meremehkan persoalan kecil apalagi mengerdilkan sesuatu yang hakikatnya besar adalah kecerobohan.