Tampilkan postingan dengan label XI IPA5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA5. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2022

Keutamaan Menuntut Ilmu

 Nama                    : Mad Berawi, S. Pd 

Kelas                     : XI IPA5


MATERI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tema                                       : Keutamaan Menuntut Ilmu
Pokok Bahasan                       : Mengenali Etika dalam kehidupan
Aspek Perkembangan             : Pengembangan Pribadi
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                       : Agar Peserta Didik Mampu mengetahui tentang keutamaan                                        menuntut ilmu.


Assalamualaikum selamat pagi anak-anakku soleh dan sholehah.

Alhamdulillah, semoga kita semua selalu diberikan oleh Allah kesehatan, kelancaran, kemudahan apa yang kita kerjakan. Aamiin

Anak-anaku semoga kalian semangat dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran dan Dipersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan-bosan bapak selalu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Ibadah Shalat 5 waktu, Shalat Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Materi hari ini : Silahkan dibaca  

Ilmu adalah kunci segala kebaikan dan pengetahuan. Ilmu merupakan sarana untuk menjalankan apa yang Allah perintahkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agama-Nya disebarkan.

Hal ini membuat kebutuhan pada ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan pada makanan dan minuman, sebab keberlangsungan agama dan dunia bergantung pada ilmu. Manusia lebih memerlukan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.

Sebagian di antara kita mungkin menganggap bahwa hukum menuntut ilmu agama sekadar sunnah, yang artinya mendapat pahala bagi yang melakukannya dan tidak berdosa bagi siapa saja yang meninggalkannya.

Padahal, terdapat beberapa kondisi di mana hukum menuntut ilmu agama adalah wajib atas setiap Muslim (fardhu ‘ain) sehingga berdosalah setiap orang yang meninggalkannya.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)

Keutamaan menuntut ilmu

Terdapat banyak dalil dari kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya terkait keutamaan ilmu dan pemilik ilmu. Di antaranya adalah:


1. Memudahkan seseorang mendapatkan surga.

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)


2. Ilmu sebagai amal jariyah.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh" (HR. Muslim no. 1631)


3. Akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al-Mujadilah (58): 11)

Dan Allah berfirman:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Al-Mulk : 10)


4. Orang berilmu adalah orang yang paling takut dengan Allah.

Seperti dalam surah Fatir 28, Allah menjelaskan seseorang dengan ilmu akan lebih memahami bagaimana kehidupan diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah sebagai sang Maha Pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga kebesaran Allah SWT.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Dan demikian pula di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun."

5. Orang berilmu diberi kebaikan di dunia dan akhirat oleh Allah.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama." (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037)

Adab menuntut ilmu dalam Islam

Selain memiliki beberapa keutamaan dalam menuntut ilmu, dalam Islam juga diajarkan bagaimana adab seseorang saat menuntut ilmu agar ilmu yang sedang ia pelajari dapat membawa banyak berkah bagi kehidupan. Seperti kata Imam Malik pada kaum Qurais yaitu sebagai berikut:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu"

Dari pesan tersebut, dapat kita ketahui sangat penting untuk mempelajari adab terlebih dahulu sebelum seseorang menuntut ilmu. Berikut ini adab-adab menuntut ilmu yang perlu kita ketahui:


1. Niat Lillahi ta'ala.

Saat kita hendak menuntut ilmu, niat utama kita harus karena Allah. Seperti firman Allah dalam surah Al Bayyinah ayat 5:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."


2. Selalu berdoa saat menuntut ilmu.

Seperti Nabi Muhammad yang selalu berdoa dalam menuntut ilmu, sebagai berikut:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:-"Ya Allah, berilah manfaat atas apa yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku hal-hal yang bermanfaat bagiku, dan tambahilah aku ilmu."


3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Ketika menuntut ilmu hendaknya kita bersungguh-sungguh dan selalu antusias untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tuntutlah ilmu seolah-olah tidak pernah kenyang dengan ilmu yang didapatkan, hendaknya kita selalu berkeinginan untuk menambah ilmu kita.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam barsabda, "Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya." (HR. Al-Baihaqi)


4. Menjauhi maksiat.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan 'ar raan' yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka'."

Agar kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan penuh berkah,, maka kita harus menjauhkan diri dari maksiat, karena maksiat akan membuat otak menjadi sulit untuk berkonsentrasi sehingga ilmu yang kita tangkap akan sulit di mengerti.


5. Jangan sombong ketika menuntut ilmu.

Jika ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, alangkah baiknya kita harus tetap rendah hati. Jangan merasa sombong ketika kita sudah merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki, seperti kata Imam Mujahid seperti dibawah ini:

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong" (HR. Bukhari secara muallaq)


6. Menyimak guru saat menuntut ilmu.

Keutamaan dan adab menuntut ilmu dalam Islam © 2020 brilio.net

Artinya:

"Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

Menyimak guru atau seseorang yang sedang memberikan ilmu kepada kita merupakan salah satu adab dalam menuntut ilmu. Jangan berbicara atau melakukan hal lain yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pelajaran yang disampaikan saat menuntut ilmu, dalam artian kita harus fokus mendengarkan dan menyimak.

Nah mulai sekarang, usahakan tetap fokus dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu ya. Tetap semangat menuntut ilmu di mana saja, tak hanya di bangku sekolah atau di bangku perkuliahan saja, namun juga harus diiringi dengan menuntut ilmu agama sebagai bekal kita hidup di akhirat nanti.


Kamis, 24 Maret 2022

Etika dalam kehidupan sehari-hari

Nama                    : Mad Berawi, S. Pd 

Kelas                     : XI IPA5


MATERI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tema                                       : Etika dalam kehidupan sehari-hari
Pokok Bahasan                       : Mengenali Etika dalam kehidupan
Aspek Perkembangan             : Pengembangan Pribadi
Bidang Bimbingan                  : Pribadi
Tujuan Layanan                      : Agar Peserta Didik Mampu mengetahui tentang Etika dalam                              kehidupan sehari-hari


Assalamualaikum selamat pagi anak-anaku soleh dan sholeha.

Alhamdulillah, semoga kita semua selalu diberikan oleh Allah kesehatan, kelancaran apa yang kita kerjakan. Aamiin

Anak-anaku semoga kalian semangat dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran dan Dipersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menunjang pembelajaran nya. Tak bosan-bosan bapak selalu ingatkan untuk selalu Istiqomah dalam menjalankan Ibadah Shalat 5 waktu, Shalat Sunnah Dhuha dan Muroja'ah nya... Semoga usaha dan niat kita semua dimudahkan oleh Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Materi hari ini : Silahkan dibaca  

3 Etika dalam kehidupan sehari-hari


 

Manusia sebagai makhluk social, pasti akan banyak bersosialisai dengan banyak orang, agar kita sebagai manusia sukses dalam kehidupan, disenangi banyak orang, dan bisa membangun hubungan baik dengan banyak orang maka kita harus punya Etika dalam kehidupan. Sebenarnya apa sih etika itu ? Etika atau bisa kita sebut sebagai tata krama adalah Kebiasaan atau prilaku yang sesuai dengan norma atau adat istiadat yang mengatur dalam kehidupan.Baiklah kita akan bahas tentang 4 etika dalam kehidupan sehari-hari.

1. Etika di rumah




                                                                                                                                                    Etika dalam kehidupan

Di rumah adalah tempat pertama kali kita mulai berinteraksi dengan ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, dan anggota keluarga yang ada di rumah. Karena saking dekatnya dengan keluarga kadang kita seolah-olah mengindahkan etika, baik etika dalam berbicara, berprilaku, dan etika pergaulan dirumah, berikut etika yang bisa kita mulai lakukan.

  • Ketika berkomunikasi dengan yang lebih tua baik orang tua, kakek nenek ataupun keluarga yang lebih tua dari kita , pakailah Bahasa yang sopan, Ketika orang tua berbicara jangan memotong pembicaraan, jika kita tidak sependapat dengan pendapat orang tua, etika yang harus kita lakukan adalah mendengarkan dulu pendapat orang tua, baru kita utarakan pendapat kita dengan memberikan alas an yang jelas.
  • Ucapkan terima kasih saat menerima pemberian dari anggota keluarga
  • Ucapkan kata maaf Ketika kita melakukan kesalahan
  • Tidak membentak orang tua ataupun anggota keluarga lainnya walaupun kita dalam kondisi emosi
  • Ketika mau keluar rumah etika yang bisa kita lakukan adalah meminta izin orang tua dahulu
  • Memberikan kabar kepada orang tua atau anggota keluarga lainnya , jika kita memiliki urusan penting di luar  rumah dan akan pulang terlambat.
  • Mengucapkan salam sebelum meninggalkan dan memasuki rumah
  • Memelihara perabot-perabot rumah dan barang-barang dalam rumah secara bertanggung jawab.
  • Tidak mengeluarkan uang secara berlebihan, serta tidak menuntut lebih dari kemampuan ekonomi orang tua.
  • Membantu pekerjaan orang tua

2. Etika di sekolah

     Etika dalam kehidupan

Sekolah adalah tempat kita belajar berinteraksi dengan banyak orang, ada guru, ada karyawan TU, ada teman sebaya, ada kakak kelas, dan adik kelas, bagaimana sih etika yang harus kita lakukan.

a. Etika dengan Guru , dan karyawan TU

  • Biasakan 5 S ( senyum, salam, sapa, sopan , santun).
  • Berada di kelas sebelum guru masuk. Jika kalian datang terlambat dan guru sudah hadir di kelas, etika yang harus dilakukan adalah ketuk pintu, minta maaf datang terlambat ,dan meminta izin agar bisa mengikuti pembelajaran, jika sudah diizinkan ucapkan terima kasih
  • Jika kalian ada keperluan dikelas yang lain dan ada gurunya, yang kalian lakukan adalah ketuk pintu, meminta izin , dan menyampaikan keperluannya, setelah diizinkan jangan lupa ucapkan terima kasih
  • Kalau ingin keluar pada saat pelajaran karena ada keperluan minta ijin terlebih dahulu.
  • Jika kalian terlambat mengerjakan tugas yang diberikan, ucapkan minta maaf dan berjanji untuk mengerjakan, jika sudah mengerjakan konfirmasi kepada guru

b. Etika dengan teman sebaya, adik kelas, dan kakak kelas

  • Biasakan 5 S
  • Panggillah nama teman kalian dengan panggilan yang disukai
  • Jika kalian ingin meminjam barang milik teman, minta izin dan Ketika mengembalikan ucapkan terima kasih
  • Ketika kalian terjadi salah faham, selesaikan dengan baik


3. Etika Di masyarakat

Etika dalam kehidupan
  • Berpedoman pada nilai-nilai, norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat.
  • Tidak ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan di jalanan umum, dan parkir ditempat yang sudah ditentukan, jangan sampai mengambil hak ruang publik
  • Saling bertegur sapa saat bertemu dengan tetangga maupun warga di sekitar lingkungan tempat tinggal
  • Mengucapkan kata “permisi” saat memasuki pekarangan rumah tetangga maupun masyarakat di lingkungan sekitar
  • Tidak meninggikan volume saat sedang menyalakan musik
  • Menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah dan saling membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan

Demikian etika yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita , baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat, pastinya masih banyak etika yang bisa kita terapkan, beradaptasilah dengan lingkungan kalian tinggal dengan etika yang kita lakukan. 

Adapun manfaat kita punya etika dalam kehidupan sehari-hari, kita bahas dibawah ini

Manfaat Etika

Adapun manfaat dari adanya etika yang kita miliki dan kita jalani di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain sebagai berikut

  1. Keberadaan kita akan lebih dihargai oleh orang-orang di sekitar kita
  2. Dengan adanya etika, kita akan lebih mawas diri dalam bertindak
  3. Kehidupan akan lebih terasa harmonis
  4. Dapat menghindari dari adanya ketegangan maupun konflik yang akan terjadi dalam lingkungan kita
  5. Terciptanya rasa saling memiliki dan menghargai


Kamis, 30 September 2021

 Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA5

Bidang Layanan             : Bimbingan Sosial

Materi                             : Sikap Sopan Santun Dalam Kehidupan

Tujuan Pembelajaran      : 

1. Peserta didik  dapat memahami pentingnya prilaku sopan santun

2. Peserta didik dapat memahami etika yang harus diperhatikan dalam pergaulan


Asslamu'alaikum Wr Wb

Apa kabar anak-anakku yang sholeh dan sholehah...

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.


SIKAP SOPAN DAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN

Perlu dicatat bahwa memulai sesuatu dari hal yang sederhana itu ternyata bukan karena tak mampu,tetapi  semata-mata  agar  kita  mudah  mempelajarinya  dan  malaksanakannya.

Berikut  ini  beberapa  hal  yang dapat dilakukan untuk memulai belajar dan berperilaku sopan santun itu.

Ø Senyum, sapa, salam dan sopan serta santun

Hubungan  sosial  merupakan  kunci  pembuka silaturahmi.  Oleh  karena  itu  dalam  keseharian

ketika  kita  bertemu  dan  berhadapan  dengan  orang  lain  apa  salahnya  menampakkan  wajah  ceria  dan bersahabat. Bertegur sapa untuk menambah  keakraban, senyuman  akan  menambah  teman  dan  saling mengucapkan  salam  meleka tkan  tali  persaudaraan. Sekalipun  sangat  sederhana  dan  mudah  namun dengan senyum, sapa dan salam damailah hidup bersama kita.

 Ø Iman dan Taqwa

Perilaku  Iman  dan  Taqwa  dapat  disederhankan  dalam  bentuk  dan  sikap  yang  selalu  ingat  (

eling) kepada  Tuhan  bahwa  kita  ini  adalah  makhluk  Tuhan,  oleh  karena  itu  harus  percaya  (pithados)  akan adanya  Tuhan.

Dengan  demikian  kita  kita  harus  taat (mituhu)terhadap  perintah  dan  larangan  Tuhan.

Demikianlah cara sederhana memahami iman dan taqwa. Iman dan taqwa  dapat mendatangkan watak jujur, watak jujur akan menarik tumbuhnya watak tawakal, watak tawakal akan menumbuhkan watak sabar dan akan menuntun  kapada watak ikhlas.

 Ø Patuh terhadap orang tua

Orang  tua  adalah  perantaraan  lahir  di  dunia  ini,  tanpa  kedua orang  tua  kita  tidak  mungkin

lahir  dan  berada  di  dunia  ini.  Kedua  orang  tualah  yang  memberikan  pendidikan  kepada  kita  untuk pertama kali, karena orang tua kita adalah pendidik yang pertama dan utama. Tidaklah mungkin kita sekarang dapat menjadi seperti manusia sebagai layaknya manusia tanpa diberi pendidikan oleh kedua orang tua kita . Kita  dapat berbicara, berjalan, makan minum, berpakaian, dan sebagainya karena jasa kedua orang tua  kita, maka sepatutnyalah kita petuhi kedua orang tua kita itu.

 Ø Hormat kepada guru

Guru  adalah  pengganti  orang  tua  kita  ketika  kita  berada  di  sekolah.  Merekalah  yang membimbing kita sehingga kita mampu melakukan seseuatu yang sebelumya tidak dapat melakukan. Kita   dapat   membaca,   menulis,   berhitung,   memahami   ilmu   pengetahuan   dan

teknologi   ,   dan sebagainya  berkat  jasa  guru.    Semua  hal  yang  tidak  kita  dapatkan  dari  orang  tua  kita  dalam  ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat memperoleh dari guru. Seharusnya kita hormati para guru kita.

 Ø Menghoramati saudara tua

Saudara  adalah  pengganti  orang  tua  kita  apabila  kedua  orang  tua  kita  telah  tiada.  Dari merekalah  pada  saatnya  nanti  kita  minta  pendapat,  nasehat,  pertimbangan,  bahkan  bantuan  dalam nbnetuk  apapaun  .  jika  kita  menghormatoi  mereka  dengan  tulus  niscaya  mereka  juga  akan  tulus mebimbing dan membantu kita.

 Ø Menghoramti para pemimpin

Di sekitar kita banyak kita temui para pemimpin masyarakat, baik formal, misalnya ketua RT,

ketua  RW,  kepala  dukuh,  Lurah,  Camat,  Bupati,  Walikota,  Gubernur,  Menteri  ,  Presiden,  dan  lain-lain, maupun para pemimpin yang tidak formal, misalnya: ulama, rohaniawan, tokoh masyarakat dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang yang meluangkan waktu, tenaga dan sumber daya yang lainnya untuk   kepentingan   kehidupan   masyarakat.   Melaui   kepemimpinan   merekalah   kehidupan   sosial kemasyarakatan dapat berlangsung dengan tertib.

 Ø Menghormati sesama

Seseungguhnya  keberadaan  kita  dalam  masyarakat  sangat  tergantung  kepada  sesama.  Kita

akan  kelihatan pintar  jika  ada teman  kita  yang bodoh, kita  akan  kelihatan  kaya,  jika  ada teman  kita yang  miskin,  kita  akan  kelihatan  tampan/cantik  jika  ada  teman  kita  yang  tidak  tampan/cantik. Sehingga  karena merekalah kita  ini akan  dapat mewujudkan  eksistensi kita.  keberadaan orang-orang di sekitar kita itu ternyata merupakan  peluang agar kita  dapat tampil lebih daripada mereka,  baik itu teman, sahabat, „lawan” konflik, “ lawan”  kompetisi, tetangga, dan bentuk

-bentuk lain dari kehidupan kemasyarakatan  kita.  Secara  sadar  atau  tidak,  mereka  ternyata  berjasa  kepada  kita,  oleh  sebab  itu adalah suatu kewajiban kita untuk menghormatinya.

 Ø Menghargai kedudukan setiap insan

Tidak  semua  orang  seberuntung  kita  dan  tidak  semua  orang  serugi  kita.  Keberuntungan  dan

kerugian  bagi  manusia  adalah  takdir  Illahi  yang  harus  diterimanya  ,  karena  hal  itu  bukan  kemauan manusia. Ada orang yang pangkatnya tinggi, ada pula yang pangkatnya rendah. Ada orang yang tidak sempurna  jasmani  dan  rohani. Ada  orang  yang  terampil  dan  cerdas  tetapi  ada  pula  yang  malas  dan bodoh. Tetapi itu semua bukan atas kehendak yang bersangkutan tetapi karena kehendah Tuhan. Oleh sebab itu tidak pada tempatnya kita menghina mereka. Bukankah di mata Tuhan kita ini sama, karena yang membedakan  hanyalah keimanan kita dan ketaqwaan kita saja.

  Ø Memanfaatkan alam secara wajar

Tuhan menciptakan alam semesta ini untuk kepentingan umat manusia. Namun demikian kita tidak diperkenankan mengambil dan memanfaatkan alam diluar batas kewajaran, sebab kerakusan dan

ketamakan  kita  kepada  alam,  maka  itu  merupaka  awal  dari  bencana.  Alam  sebagai  sumber  daya hendaklah  kita  pelihara  untuk  kita  wariskan  kepada  generasi  berikutnya.  Alam  menye

diakan  sarana untuk hidup dan kehidupan kita. Oleh sebab itu harus kita jaga kelestariannya.

Senin, 20 September 2021

  Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA5

Bidang Layanan             : Bimbingan Pribadi

Materi                             : Kemandirian Di Usia Remaja

Tujuan Pembelajaran      : 

1. Peserta didik  dapat memahami pengertian kemandirian

2. Peserta didik dapat memahami gejala yang berhubungan dengan masalah kemandirian


Asslamu'alaikum Wr Wb

Apa kabar anak-anakku yang sholeh dan sholehah...

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.



KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA

 

 

 Pengeritan Kemandirian

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

1.      Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.

2.      Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

3.      Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.

4.      Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

1.      Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.

2.      Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.

3.      Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.

4.      Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

Gejala yang berhubungan dengan permasahalah kemandirian

Pentingnya Kemandirian Bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

1.      Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.

2.      Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.

3.      Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.