Rabu, 29 April 2020
4 Bahaya Pernikahan Dini Bagi Kesehatan
Rencana Pelaksanaan Layanan ( RPL)
Topik Layanan : Pernikahan Dini
Fungsi Layanan : Pemahaman
Tujuan Layanan : Agar Peserta Didik Dapat
Memahami Bahayanya Melakukan Pernikahan Dini,
Dan Memahami Apa Pernikahan Dini Itu.
Ada 4 Bahaya Pernikahan Dini bagi Kesehatan
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Risiko kanker leher rahim meningkat, pada wanita yang menjalani pernikahan dini.
Risiko kanker leher rahim meningkat, pada wanita yang menjalani pernikahan dini.
Hingga saat ini, pernikahan dini masih menimbulkan pro dan kontra. Padahal, bahaya pernikahan dini, terutama bagi perempuan, tidak dapat diremehkan. Sebuah pernikahan dikatakan terlalu dini apabila mempelai pria maupun wanita belum berusia 18 tahun.
Di Indonesia, saat ini peraturan usia minimal menikah untuk perempuan telah naik dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Perubahan peraturan ini tentu sudah didasari oleh berbagai pertimbangan, termasuk dari sisi kesehatan.
Berbagai bahaya pernikahan dini
Bahaya pernikahan dini dari segi kesehatan perlu Anda ketahui. Dengan begitu, Anda akan lebih memahami perlunya batasan usia minimal dalam pernikahan. Berikut ini empat alasan pernikahan dini harus dihindari.
1. Pernikahan dini sebabkan gangguan psikologis
Menikah saat belum cukup umur dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi, serta isolasi (kesepian). Pada kasus pernikahan dini, mempelai perempuan umumnya akan pindah mengikuti suami, dan memulai peran sebagai istri, ibu rumah tangga, hingga menjadi ibu.
Lokasi yang dapat berjauhan dari tempat asal, perbedaan usia yang cukup jauh dengan suami, hingga praktik poligami yang masih terjadi pada beberapa daerah, dapat memicu timbulnya depresi bagi wanita yang menikah saat usia kanak-kanak.
Pernikahan di usia kanak-kanak juga juga dapat merenggut masa kecil. Selain itu, pernikahan dini mengurangi kesempatan untuk menyelesaikan Pendidikan, dan membangun persahabatan dengan teman-teman sebaya.
2. Peningkatan risiko penyakit menular seksual dan kanker leher rahim
Menikah sebelum usia 20 tahun dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV pada perempuan. Kondisi ini terutama terjadi apabila suami berusia lebih tua, pernah menikah, atau telah melakukan hubungan seksual dengan banyak wanita sebelumnya.
Kurangnya kesadaran untuk memakai alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual, juga meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual pada wanita. Selain itu, organ reproduksi wanita yang belum berkembang sempurna, ikut meningkatkan risiko terhadap infeksi HIV, melalui luka pada selaput dara, vagina, maupun leher rahim.
Penyakit menular seksual lainnya seperti herpes, gonore, dan klamidia (infeksi jamur) pun berpotensi dialami pasangan yang menikah muda. Selain itu, pernikahan dini juga dapat meningkatkan risiko penularan human papillomavirus (HPV) dan kanker serviks (leher rahim).
3. Risiko gangguan selama kehamilan dan persalinan
Menjalani kehamilan dan persalinan pada usia terlalu muda, dapat memicu risiko komplikasi. Misalnya, proses persalinan yang sangat panjang, hingga berhari-hari. Kondisi ini merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan usia di bawah 20 tahun, berisiko mengalami kematian, atau tidak bisa bertahan hidup dalam seminggu pertama setelah dilahirkan. Kondisi semacam ini jarang terjadi pada perempuan yang melahirkan pada rentang usia 20-29 tahun.
4. Anak berisiko mengalami kelainan
Bahaya pernikahan dini yang tidak kalah pentingnya adalah gangguan kesehatan pada anak yang dilahirkan. Anak berusia di bawah lima tahun yang lahir dari ibu di bawah umur, memiliki risiko lebih besar terhadap malnutrisi (gizi buruk), bahkan kematian.
Sementara itu, kondisi yang buruk pada usia-usia awal kehidupan, akan berdampak pada perkembangan otak, serta kemampuan anak hingga dewasa kelak.
Individu dengan usia 28-32 tahun dianggap ideal untuk menikah. Secara statistik, perceraian terjadi 50 persen lebih sedikit pada pasangan yang menikah di usia 25 tahun, dibanding dengan mereka yang menikah di usia 20 tahun. Dengan mengetahui usia ideal untuk menikah, bahaya pernikahan dini diharapkan dapat dihindari.
Kamis, 02 April 2020
FAKTOR YANG MENDUKUNG PENGEMBANGAN BAKAT MINAT
Faktor-Faktor Yang Mendukung Pengembangan Bakat dan Minat
1. Faktor Intern
a. Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Faktor hereditas sebagai faktor pertama munculnya bakat (Yusuf ; 2004 ; 31). Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tindakan dan verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik dan artistic serta atletis.
b. Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optimis dan percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakatnya (Asror ; 1999 ; 93).
2. Faktor Ekstern
a. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal untuk mendukung pengembangan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terbagi atas :
- Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak. (Sutiono ; 1998 ; 171).
- Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.
Lingkungan ini sangat berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
- Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.
Rabu, 01 April 2020
Cara Memilih Jurusan di PT
Cara Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi
1. Mencari Informasi Secara Detil Mengenai Jurusan Yang Diminati.
Sebelum memilih jurusan, hendaknya kalian punya informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.
2. Menyadari Bahwa Jurusan Yang Dipilih Hanya Merupakan Salah Satu Anak Tangga Awal Dari Proses Pencapaian Karir.
Kalian perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depan kalian. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidup kalian kelak pasti sukses seperti yang di iklankan.
3. Jurusan Yang Dipilih Sebaiknya Sesuai Dengan Kemampuan Dan Minat Kalian.
Jika kalian memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat, maka kalian akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika kalian tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi motivasi belajar.
4. Berpikiran Jauh Kedepan Melihat Konsekuensi Dari Setiap Pilihan
Apakah mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam dari pasiennya, ingin jadi tentara tapi takut berperang, ingin jadi guru tetapi tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar menghadapi tantangannya.
5. Jurusan Yang Dipilih Sebaiknya Sesuai Dengan Cita-cita.
Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Jika kalian bercita-cita menjadi psikolog maka sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran. Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, kalian kelak ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di kedokteran umum.
6. Menyiapkan Beberapa Alternativ
Alangkah baiknya jika kalian memiliki lebih dari satu alternative untuk menjaga jika kalian tidak masuk di alternative pertama, maka masih ada kesempatan di alternative berikutnya. Pemilihan alternative studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan kemampuan, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan diterima padahal tidak sesuai minat.
Kuliah membutuhkan banyak biaya dan waktu yang tidak sebentar. Maka, selagi masih belum terlanjur, memilih jurusan kuliah harus memang benar-benar tepat untuk anda, jangan sampai nantinya putus ditengah jalan.
Selasa, 31 Maret 2020
PENTINGNYA MELANJUTKAN PT
PENTINGNYA MELANJUTKAN PT
Perkembangan zaman yang terjadi sekarang ini, menuntut manusia untuk mempunyai pendidikan yang tinggi dan menjadikan manusia lebih kreatif. Semakin berkembangnya zaman berarti semakin tinggi pula pendidikan yang harus di tempuh untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pendidikan di perguruan tinggi juga sangat penting untuk masa depan kalian. Dengan perguruan tinggi kalian akan mendapatkan cita-cita yang kalian inginkan dengan lebih mudah. Ada beberapa manfaat dan pentingnya perguruan tinggi yang lebih terperinci, yaitu :
1. Kesempatan kerja
Tidak dapat di sangkal bahwa orang yang memiliki gelar sarjana lebih di hargai dan dicari di pasar kerja di bandingkan dengan mereka yang baru lulus SMA. Dan bahkan jika perusahaan besar merekrut orang, mereka jelas akan memilih orang dengan gelar sarjana.
2. Kepribadian dan tanggung jawab
Pendidikan perguruan tinggi bukan hanya berkisar seputar akademisi. Seorang siswa berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan ekstrakulikuler selama bertahun-tahun dalam kuliahnya. Dia bekerja pada sejumlah presentasi dan tugas. Semua hal ini membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang. Selain itu dengan pendidikan yang tinggi membantu seseorang dalam memecahkan masalah. Banyak siswa yang tinggal jauh dari keluarga mereka dan bertanggung jawab atas belajarnya yaitu serius dalam belajar.
3. Penghasilan
Fakta menunjukkan bahwa orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung memperoleh penghasilan 25% lebih dari mereka yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi.
4. Kemajuan dalam karir
Salah satu manfaat dari perguruan tinggi adalah bahwa seseorang jauh lebih mungkin untuk mendapatkan promosi dan membuat kemajuan dalam bidang yang mereka pilih. Gelar yang lebih tinggi membuat seseorang lebih berpengetahuan dan mendorong untuk kreatif.
5. Harga diri
Orang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki rasa hormat serta rasa dihargai orang lain lebih tinggi. Karena memiliki pengetahuan serta jabatan yang lebih dari yang lainnya.
Senin, 30 Maret 2020
BIMBINGAN KARIR
. Pengertian Bakat dan Minat
Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk mengembangkan diri seperti yang sudah saya sedikit jelaskan di depan. Bakat itu sendiri berupa pola pikir, kepandaian atau kemampuan yang kita miliki sejak lahir. Walaupun kita memiliki talenta, jika kita tidak berusaha untuk membukanya maka talenta yang diberikan Tuhan akan menjadi sia-sia. Jadi Usaha dan Talenta adalah Jalan untuk sukses bagi seseorang didalam kehidupannya.
Minat adalah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.
Dengan demikian, bakat dan minat dapat di kembangkan untuk mendukung cita-cita maupun karir kedepannya ataupun untuk memasuki dunia perguruan tinggi.Bakat dan minat akan bermanfaat bagi pemiliknya apabila pemilik berusaha mengembangkannya dan memanfaatkannya.
Cara menemukan bakat dan minat dalam diri
1. 1. Keahlian
Sadarilah keahlian anda, ini bisa kalian lihat ketika kebanyakan orang tidak dapat melakukannya dan kalian bisa melakukannya. Berarti kalian ahli dalam bidang tersebut.
2. Ketertarikan
Cara lain menemukan bakat dan minat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu kalian inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan kalian. Ini merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekedar cara kalian menghabiskan waktu alias hobi semata.
3. Kepuasan
Saat melakukan hal yang kalian inginkan sesuai bakat dan minat, kalian akan merasa nyaman sampai hanyut dalam kebahagiaan dan terfokus.
4. Kebiasaan
Dengan kalian terbiasa melakukan hal yang kalian minati dan kalian memiliki bakat dalam hal itu, dengan begitu pula kalian akan mendapati berbagai pujian maupun komentar yang akan membangun kalian menjadi lebih baik lagi.
Kamis, 09 Januari 2020
Minat Dan Bakat Anak Melalui Pendidikan Sekolah
Minat Dan
Bakat Anak Melalui Pendidikan Sekolah
Cara mengenali minat dan
bakat anak melalui pendidikan sekolah – Minat dan bakat perlu dikembangkan
sebab akan sangat berguna untuk masa depan atau karier anak ke depannya. Banyak
orang yang sukses dikarenakan mengetahui minat dan bakatnya sejak dini. Bakat
ini memang tidak diketahui dengan persis namun untuk potensinya bisa diketahui.
Mengapa bakat tidak bisa diketahui?, hal itu dikarenakan bakat merupakan
aktivitas yang dilakukan secara teratur dan dinilai berdasarkan keahliannya.
Misalnya saja anak dikatakan memiliki bakat menggambar ketika dia teratur
melakukan kegiatan tersebut dan masyarakat menghargai hasil karyanya. Untuk
mengenali minat, potensi serta bakat anak bisa dilakukan melalui pendidikan
sekolah dengan hal-hal berikut ini:
1.
Memperhatikan Kebiasaan dan Perilaku
Cara mengenali potensi
dan bakat yang pertama adalah dengan mengenali kebiasaan dan perilaku anak.
Perilaku yang dilakukan anak ini banyak yang dilakukan atas dasar minat
terlebih lagi jika perilaku itu dilakukan secara berulang-ulang. Oleh sebab itu
guru di sekolah bisa memperhatikan segala aktivitas yang siswa lakukan untuk
mengetahui potensi, bakat, dan juga minatnya.
2.
Bantuan
Cara mengenali minat dan
bakat anak melalui pendidikan sekolah bisa dengan memberikan bantuan. Anak yang
memiliki bakat umumnya lebih cepat menguasai bidang yang diminatinya
dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki bakat pada bidang tersebut. Bakat
harus diimbangi dengan minat, oleh sebab itu tugas guru dan orang tua adalah
mendukung dan memotivasi anak untuk berminat terhadap bakat yang
dimilikinya.
Sebagai contohnya anak
yang memiliki bakat menggambar, dia akan lebih menguasai berbagai macam teknik
menggambar dibandingkan dengan yang tidak memiliki bakat menggambar. Garis yang
dibuatnya lebih halus, paham akan komposisi warna, dan tentunya hasil
gambarannya lebih menarik. Tugas seorang guru adalah dengan memberikan bantuan
supaya siswa atau anak didiknya bisa terus mengeksplorasi bakat dan minatnya
tersebut.
3.
Melalui Ekstrakurikuler
Cara tepat untuk mengetahui bakat dan
minat siswa atau anak adalah dengan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan
ekstra yang dilakukan di sekolah menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan
minat siswa. Selain itu ada beberapa manfaat lainnya yang bisa didapatkan
seperti memberikan bekal untuk mempersiapkan karier siswa dan memupuk rasa
tanggung jawab pribadi atau sosial.
Senin, 11 November 2019
Langganan:
Postingan (Atom)




