Selasa, 05 Mei 2020
Cara Memilih Jurusan SBMPTN Yang Benar
1. Memastikan kamu punya skor tinggi UTBK
2. Jangan asal pilih jurusan
3. Setelah itu tentukan prioritas
4. Jangan lupa, masih ada alternatif lain
5. Yakin dengan pilihan yang sudah kamu pilih tersebut
1. Memastikan kamu punya skor tinggi UTBK
Yang pertama dan yang utama, kamu harus memastikan mempunyai skor tinggi UTBK. Mengapa? Karena dengan skor atau nilai nilai yang tinggi akan menjadi peluang untuk bisa lolos di SBMPTN tahun ini. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya mengenai jumlah skor minimal dibutuhkan untuk lolos jurusan idaman atau jurusan yang kamu pilih.
2. Jangan asal pilih jurusan
Salah satu cara biasa dilakukan peserta supaya bisa lolos SBMPTN yaitu memilih jurusan peminat sedikit sehingga persaingan tidak begitu ketat. Bisa saja itu dterapkan, tetapi jangan asal menentukan pilihan. Pastikan pilihan itu tetap sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing agar saat menjalani kuliahnya nanti tidak menjadi beban karena tidak suka dengan jurusan tersebut.
3. Setelah itu tentukan prioritas
Sudah umum diketahui jurusan yang menjadi pilihan pertama merupakan akan menjadi prioritas penentu. Adapun pilihan kedua menjadi alternatif namun tetap harus dipilih sesuai kemampuan. Untuk itu, sadari kembali dan benar-benar pikirkan secara matang dalam menentukan pilihan jurusan agar bisa diterima di SBMPTN tahun ini.
4. Jangan lupa, masih ada alternatif lain
Tidak perlu berlama-lama kecewa jika nanti tidak diterima di jurusan PTN yang dipilih meski sudah melakukan persiapan sebaik mungkin. Masih ada alternatif lain melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Kalian sendiri bisa mengambil jalur seleksi mandiri atau memilih jurusan sama di PTN atau perguruan tinggi swasta (PTS). Selain PTN jalur mandiri, banyak juga PTS di Indonesia menyediakan berbagai jurusan favorit dengan kualitas tidak kalah dari PTN dari sisi mutu pendidikan maupun peluang kerja di masa depan.
5. Yakin dengan pilihan yang sudah kamu pilih tersebut
Peserta SBMPTN harus yakin jurusan yang dipilih sudah sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan diri. Mintalah saran dan rekomendasi dari orang terdekat atau bila perlu berkonsultasi dengan tenaga profesional yang bisa dipercaya. Perlu diingat, pertimbangan mereka hanya bersifat sebagai masukan. Keputusan menentukan pilihan tetap berada di tangan masing-masing. Kesampingkan perasaan gengsi dan ikut-ikutan dengan teman. Sebab, saat nanti diterima di jurusan favorit itu, kalian sendiri yang akan menjalani dan berjuang menyelesaikan hingga akhir studi.
" Semangat Anak-anakku Jangan Lupa Berdo'a, Semoga Kalian Lulus di SBMPTN " Aamiin
Senin, 04 Mei 2020
Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat Agar Tidak Salah Memilih Jurusan
10 Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat Agar Tidak Salah Jurusan:
Mayoritas siswa SMA yang masuk kuliah pertama kali sangat antusias mendapat label mahasiswa. Tak ayal, muncul masalah saat program studi mulai berjalan seperti drop out atau merasa salah jurusan. Kok bisa? Ya, hal tersebut sering terjadi saat seseorang salah memilih jurusan kuliah yang pas. Alhasil, studi yang dilakukan pun tidak berhasil dengan baik. Lantas, bagaimana solusi mengatasi masalah tersebut? Berikut ini, 10 tips memilih jurusan kuliah terbaik yang wajib diperhatikan para calon mahasiswa.
1. Menyesuaikan Dengan Keinginan
Kunci awal menjadi seorang yang sukses adalah memilih jurusan yang sesuai dengan keinginan. Kamu wajib mengetahui minat dan passion terlebih dulu agar tidak salah memilih jurusan. Misalnya Kamu memiliki ketertarikan kuat pada cabang ilmu sains atau IPA, maka bisa memilih jurusan yang tepat seperti Kedokteran, Biologi, Biokimia dan lain-lain.
2. Motivasi Diri
Motivasi diri sama dengan mengetahui tujuan utama pendidikan tinggi Kamu. Miliki motivasi diri yang kuat agar Kamu bisa menjalani pendidikan di bangku kuliah hingga selesai.
3. Melihat Potensi
Kamu ingin menjadi seorang dokter tapi tidak memiliki kemampuan yang mumpuni pada pelajaran IPA, tentu akan menyulitkan langkahmu kedepannya. Sebaiknya lihat potensi diri sendiri sebelum menentukan jurusan kuliah yang tepat.
4. Menyesuaikan Kepribadian
Kepribadian seseorang menentukan karir yang sesuai nantinya. Misalnya Kamu ingin menjadi seorang jurnalis, tentu dibutuhkan kemampuan menggali informasi dan kecakapan komunikasi. Tipikal pendiam sangat tidak cocok dengan karir seperti ini. Nah, memilih jurusan pun sebaiknya menyesuaikan dengan kepribadian.
5. Jangan Mengikuti Orang Lain
Tips memilih jurusan kuliah selanjutnya adalah mengikuti teman sangat tidak disarankan bagi Kamu yang ingin sukses kuliah. Pilih jurusan berdasarkan pilihan pribadi bukan sekadar mengikuti jejak orang lain.
6. Menggali Informasi Lebih Detail
Kalau Kamu sudah memiliki universitas idaman, sebaiknya menggali informasi jurusan kuliah di tempat tersebut. Riset ini akan memberikan pertimbangan Kamu tetap lanjut kuliah di tempat tersebut atau memilih kampus lain.
7. Prospek Karir
Pastikan Kamu memiliki gambaran karir cemerlang nantinya sebelum memilih jurusan kuliah. Misalnya Kamu memilih jurusan Akuntansi, karir di perkantoran atau bank sangat ideal untukmu nantinya. Pilihan jurusan lain pun harus memiliki prospek karir masa depan.
8. Latar Belakang Lulusan
Tak ada salahnya kalau Kamu mencari tahu latar belakang lulusan jurusan tersebut. Selain mempengaruhi karir, latar belakang lulusan jurusan tersebut bisa memberikan pertimbangan yang lebih matang. Boleh juga melakukan konsultasi dengan orang yang berpengalaman di jurusan tersebut.
9. Akreditasi
Kalau Kamu memang berniat kuliah di perguruan tinggi, cek kembali akreditasi jurusan tersebut khususnya perguruan tinggi swasta. Akreditasi bisa memberikan indikasi bahwa jurusan tersebut memiliki kredibilitas terpercaya. Akreditasi juga mempengaruhi proses lamaran kerja atau melanjutkan pendidikan lanjutan.
10. Biaya Kuliah
Memilih jurusan memang harus penuh pertimbangan matang termasuk soal biaya. Kamu harus mempertimbangkan kemampuan orangtua dan finansial yang mendukung hingga program studi berakhir. Ingat, pendidikan di universitas membutuhkan waktu yang lebih lama. Biaya yang dibutuhkan pun juga relatif banyak, bukan?
10 tips memilih jurusan kuliah tersebut bisa menjadi bahan referensi bagi Kamu yang hendak melanjutkan pendidikan tinggi. Salah memilih jurusan akan berdampak pada Kamu sendiri. So, jangan coba masuk kuliah karena ngikut teman,
ya!
Kamis, 30 April 2020
" 4 HAL YANG WAJIB DIKETAHUI SETELAH LULUS SMA "
Rencana Pelaksanaan Layanan ( RPL )
Topik Layanan : Kuliah atau Kerja
Fungsi Layanan : Pemahaman
Tujuan Layanan : Peserta Didik Dapat Memahami " Mau Kemana Setelah Lulus SMA, dan Setelah Lulus SMA Bisa Kerja Apa "
" 4 HAL YANG WAJIB DI KETAHUI SETELAH LULUS SMA "
Setelah Lulus SMA KULIAH atau KERJA Masih ragu dan bingung dalam menentukan tujuan karier, setelah lulus SMA KULIAH atau KERJA. Ragu setelah selesai menempuh pendidikan SMA mau ngapain, sesuatu yang wajar.
Pada posisi ini, kita harus bisa menentukan pilihan antara Kuliah atau Kerja ? bingung
terkadang situasi dan kondisi seperti ini, hanya akan menekan dan memaksa diri kita untuk memprioritaskan salah satu diantara pilihan-pilahan yang ada. Nah disaat seperti kita harus belajar bersikap dewasa, dalam menghadapi persoalan tersebut.
Mungkin masa sekolah adalah masa yang paling menyenangkan untuk kita, karena banyak sekali momen-momen menurut kita sangat berharga pada masa SMA. Karena pada saat SMA ini, adalah momen-momen terakhir kita mengenakan seragam sekolah.
Dan ujian nasional di SMA, bukanlah akhir dari perjuangan, akan tetapi awal untuk memulai episode yang baru, untuk di perjuangkan. Bagi anda yang baru lulus SMA. pertanyaanya?
" Mau Kemana Anda Setelah Lulus SMA.!!
" Setelah Lulus SMA Bisa Kerja Apa "
Anda mau KULIAH ( belajar ) melanjutkan pendidikan anda, atau mau KERJA untuk memenuhi kebutuhan anda. atau anda ingin langsung nikah dengan pasangan anda, setelah lulus SMA.
Dan lain hal lagi, apa anda hanya ingin menjadi seorang PENGANGGURAN, tanpa ada kerjaan yang jelas. Dan hanya membebankan kehidupan anda kepada orang tua anda saja.
Nah pertanyaan-pertanyaan dan jawaban di atas, akan muncul setelah anda lulus SMA mau ngapain.
Hidup adalah pilihan, mungkin dari kita akan menyadari dan akan merasakan, akan betapa pentingnya waktu-waktu pada saat ini, yang telah kita sia-siakan untuk masa depan kita.
memang kita harus mampu, dalam menentukan satu dari sekian banyak pilihan, dalam ke hidupan ini. Karena semua itu, akan menjadi satu kesatuan dan suatu kesulitan bagi kita. Jika kita harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan.
Dalam menentukan pilihan hidup, mungkin itu sebuah tindakan yang bijaksana. Dan semua itu tidak akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia, karena di setiap perjuangan pasti akan memiliki hasil akhir, yang akan menentukan diri anda sendiri.
bagi anda yang sedang menempuh pendidikan menengah atas, yang pada akhirnya anda juga harus menentukan nasib diri anda sendiri. Mesti kemana anda setelah lulus sma kerja atau kuliah.
tentunya ada jawaban, di setiap pertanyaan-pertanyaan tersebut. diantara anda ingin kuliah, kerja, nikah atau ingin istarahat dulu (nganggur)
Jawaban seperti ini pasti memiliki dasar dan landasan, sendiri-sendiri tergantung bagaimana anda menyikapi dan menanggapinya.
Saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran pada anda, mengenai pertanyaan tersebut.
Ada beberapa pilihan, yang dapat anda lakukan, bagi anda yang baru lulus SMA, Pilihan itu diantaranya, adalah.
1. Kuliah
2. Kerja
3. Nikah
4. Nganggur
Dari empat pilihan diatas, semua memiliki tingkat resiko masing-masing. yang berbeda beda, tentunya harus di imbangi dengan ke dewasaan berfikir, dan kebijakan setiap individu masing-masing.
Namun jika bicara masalah ideal pilihan yang mana setelah lulus SMA KULIAH atau KERJA , sebenarnya pilihan yang paling dalam menentukan apakah anda setelah lulus SMA KULIAH atau KERJA . Sebaiknya terlebih dulu harus mengetahui tentang semua itu, sebelum kita memilih.
Rabu, 29 April 2020
4 Bahaya Pernikahan Dini Bagi Kesehatan
Rencana Pelaksanaan Layanan ( RPL)
Topik Layanan : Pernikahan Dini
Fungsi Layanan : Pemahaman
Tujuan Layanan : Agar Peserta Didik Dapat
Memahami Bahayanya Melakukan Pernikahan Dini,
Dan Memahami Apa Pernikahan Dini Itu.
Ada 4 Bahaya Pernikahan Dini bagi Kesehatan
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Risiko kanker leher rahim meningkat, pada wanita yang menjalani pernikahan dini.
Risiko kanker leher rahim meningkat, pada wanita yang menjalani pernikahan dini.
Hingga saat ini, pernikahan dini masih menimbulkan pro dan kontra. Padahal, bahaya pernikahan dini, terutama bagi perempuan, tidak dapat diremehkan. Sebuah pernikahan dikatakan terlalu dini apabila mempelai pria maupun wanita belum berusia 18 tahun.
Di Indonesia, saat ini peraturan usia minimal menikah untuk perempuan telah naik dari 16 tahun menjadi 19 tahun. Perubahan peraturan ini tentu sudah didasari oleh berbagai pertimbangan, termasuk dari sisi kesehatan.
Berbagai bahaya pernikahan dini
Bahaya pernikahan dini dari segi kesehatan perlu Anda ketahui. Dengan begitu, Anda akan lebih memahami perlunya batasan usia minimal dalam pernikahan. Berikut ini empat alasan pernikahan dini harus dihindari.
1. Pernikahan dini sebabkan gangguan psikologis
Menikah saat belum cukup umur dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi, serta isolasi (kesepian). Pada kasus pernikahan dini, mempelai perempuan umumnya akan pindah mengikuti suami, dan memulai peran sebagai istri, ibu rumah tangga, hingga menjadi ibu.
Lokasi yang dapat berjauhan dari tempat asal, perbedaan usia yang cukup jauh dengan suami, hingga praktik poligami yang masih terjadi pada beberapa daerah, dapat memicu timbulnya depresi bagi wanita yang menikah saat usia kanak-kanak.
Pernikahan di usia kanak-kanak juga juga dapat merenggut masa kecil. Selain itu, pernikahan dini mengurangi kesempatan untuk menyelesaikan Pendidikan, dan membangun persahabatan dengan teman-teman sebaya.
2. Peningkatan risiko penyakit menular seksual dan kanker leher rahim
Menikah sebelum usia 20 tahun dapat meningkatkan risiko terinfeksi HIV pada perempuan. Kondisi ini terutama terjadi apabila suami berusia lebih tua, pernah menikah, atau telah melakukan hubungan seksual dengan banyak wanita sebelumnya.
Kurangnya kesadaran untuk memakai alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual, juga meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual pada wanita. Selain itu, organ reproduksi wanita yang belum berkembang sempurna, ikut meningkatkan risiko terhadap infeksi HIV, melalui luka pada selaput dara, vagina, maupun leher rahim.
Penyakit menular seksual lainnya seperti herpes, gonore, dan klamidia (infeksi jamur) pun berpotensi dialami pasangan yang menikah muda. Selain itu, pernikahan dini juga dapat meningkatkan risiko penularan human papillomavirus (HPV) dan kanker serviks (leher rahim).
3. Risiko gangguan selama kehamilan dan persalinan
Menjalani kehamilan dan persalinan pada usia terlalu muda, dapat memicu risiko komplikasi. Misalnya, proses persalinan yang sangat panjang, hingga berhari-hari. Kondisi ini merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan usia di bawah 20 tahun, berisiko mengalami kematian, atau tidak bisa bertahan hidup dalam seminggu pertama setelah dilahirkan. Kondisi semacam ini jarang terjadi pada perempuan yang melahirkan pada rentang usia 20-29 tahun.
4. Anak berisiko mengalami kelainan
Bahaya pernikahan dini yang tidak kalah pentingnya adalah gangguan kesehatan pada anak yang dilahirkan. Anak berusia di bawah lima tahun yang lahir dari ibu di bawah umur, memiliki risiko lebih besar terhadap malnutrisi (gizi buruk), bahkan kematian.
Sementara itu, kondisi yang buruk pada usia-usia awal kehidupan, akan berdampak pada perkembangan otak, serta kemampuan anak hingga dewasa kelak.
Individu dengan usia 28-32 tahun dianggap ideal untuk menikah. Secara statistik, perceraian terjadi 50 persen lebih sedikit pada pasangan yang menikah di usia 25 tahun, dibanding dengan mereka yang menikah di usia 20 tahun. Dengan mengetahui usia ideal untuk menikah, bahaya pernikahan dini diharapkan dapat dihindari.
Kamis, 02 April 2020
FAKTOR YANG MENDUKUNG PENGEMBANGAN BAKAT MINAT
Faktor-Faktor Yang Mendukung Pengembangan Bakat dan Minat
1. Faktor Intern
a. Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya. Faktor hereditas sebagai faktor pertama munculnya bakat (Yusuf ; 2004 ; 31). Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tindakan dan verbal, intelektual, sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik dan artistic serta atletis.
b. Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri. Hal ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optimis dan percaya diri dalam mengembangkan minat dan bakatnya (Asror ; 1999 ; 93).
2. Faktor Ekstern
a. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal untuk mendukung pengembangan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terbagi atas :
- Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak. (Sutiono ; 1998 ; 171).
- Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.
Lingkungan ini sangat berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
- Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.
Rabu, 01 April 2020
Cara Memilih Jurusan di PT
Cara Memilih Jurusan di Perguruan Tinggi
1. Mencari Informasi Secara Detil Mengenai Jurusan Yang Diminati.
Sebelum memilih jurusan, hendaknya kalian punya informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.
2. Menyadari Bahwa Jurusan Yang Dipilih Hanya Merupakan Salah Satu Anak Tangga Awal Dari Proses Pencapaian Karir.
Kalian perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depan kalian. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidup kalian kelak pasti sukses seperti yang di iklankan.
3. Jurusan Yang Dipilih Sebaiknya Sesuai Dengan Kemampuan Dan Minat Kalian.
Jika kalian memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat, maka kalian akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika kalian tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi motivasi belajar.
4. Berpikiran Jauh Kedepan Melihat Konsekuensi Dari Setiap Pilihan
Apakah mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam dari pasiennya, ingin jadi tentara tapi takut berperang, ingin jadi guru tetapi tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar menghadapi tantangannya.
5. Jurusan Yang Dipilih Sebaiknya Sesuai Dengan Cita-cita.
Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Jika kalian bercita-cita menjadi psikolog maka sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran. Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, kalian kelak ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di kedokteran umum.
6. Menyiapkan Beberapa Alternativ
Alangkah baiknya jika kalian memiliki lebih dari satu alternative untuk menjaga jika kalian tidak masuk di alternative pertama, maka masih ada kesempatan di alternative berikutnya. Pemilihan alternative studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan kemampuan, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan diterima padahal tidak sesuai minat.
Kuliah membutuhkan banyak biaya dan waktu yang tidak sebentar. Maka, selagi masih belum terlanjur, memilih jurusan kuliah harus memang benar-benar tepat untuk anda, jangan sampai nantinya putus ditengah jalan.
Selasa, 31 Maret 2020
PENTINGNYA MELANJUTKAN PT
PENTINGNYA MELANJUTKAN PT
Perkembangan zaman yang terjadi sekarang ini, menuntut manusia untuk mempunyai pendidikan yang tinggi dan menjadikan manusia lebih kreatif. Semakin berkembangnya zaman berarti semakin tinggi pula pendidikan yang harus di tempuh untuk mengikuti perkembangan tersebut. Pendidikan di perguruan tinggi juga sangat penting untuk masa depan kalian. Dengan perguruan tinggi kalian akan mendapatkan cita-cita yang kalian inginkan dengan lebih mudah. Ada beberapa manfaat dan pentingnya perguruan tinggi yang lebih terperinci, yaitu :
1. Kesempatan kerja
Tidak dapat di sangkal bahwa orang yang memiliki gelar sarjana lebih di hargai dan dicari di pasar kerja di bandingkan dengan mereka yang baru lulus SMA. Dan bahkan jika perusahaan besar merekrut orang, mereka jelas akan memilih orang dengan gelar sarjana.
2. Kepribadian dan tanggung jawab
Pendidikan perguruan tinggi bukan hanya berkisar seputar akademisi. Seorang siswa berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan ekstrakulikuler selama bertahun-tahun dalam kuliahnya. Dia bekerja pada sejumlah presentasi dan tugas. Semua hal ini membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang. Selain itu dengan pendidikan yang tinggi membantu seseorang dalam memecahkan masalah. Banyak siswa yang tinggal jauh dari keluarga mereka dan bertanggung jawab atas belajarnya yaitu serius dalam belajar.
3. Penghasilan
Fakta menunjukkan bahwa orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung memperoleh penghasilan 25% lebih dari mereka yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi.
4. Kemajuan dalam karir
Salah satu manfaat dari perguruan tinggi adalah bahwa seseorang jauh lebih mungkin untuk mendapatkan promosi dan membuat kemajuan dalam bidang yang mereka pilih. Gelar yang lebih tinggi membuat seseorang lebih berpengetahuan dan mendorong untuk kreatif.
5. Harga diri
Orang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki rasa hormat serta rasa dihargai orang lain lebih tinggi. Karena memiliki pengetahuan serta jabatan yang lebih dari yang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
