Senin, 10 November 2014

Tata Kerama Terhadap Guru




RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN ( RPL )
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.      IDENTITAS
Jenis layanan                                               : Bimbingan Kelompok
Bidang bimbingan                                        : Pribadi / Sosial
Fungsi layanan                                             : Pemahaman dan pencegahan           
Topik pokok layanan                                   : Tata Kerama Terhadap Guru
Sekolah                                                       : SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung
Kelas/semester                                            : XI / Ganjil
Standar                                                      : Mengembangkan prilaku positif sehingga dapat      merealisasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
                                                                   : Siswa mampu berprilaku sopan ramah dan baik sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Alokasi waktu                                           : 1 X 40 menit

B. TUJUAN PELAYANAN ( Indikator Ketercapaian )       
Siswa diharapkan :
1. Mampu memahami dan mangetahui pengertian cara beretika dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mampu memahami dasar-dasar dan ciri-ciri bertata karma dengan baik
3. Mampu menerapkan cara beretika baik terhadap guru atau orang lain.
4. Mamahami manfaat beretika/bertata karma .

C. MATERI PENGEMBANGAN
1.  Pengertian Etika/Tata kerama
Tata krama dalam pergaulan merupakan aturan kehidupan yang mengatur hubungan antar sesama manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat dengan etiket atau etika.
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”.
Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.
Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan(1988), etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;

1.    Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
2.    Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.    Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika ini dilanggar timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.
2.  Dasar - dasar etiket terdiri dari :
a.  Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja.
b.  Memberi perhatian kepada orang lain.
c.  Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.
d.  Bersikap ingin membantu.
e.  Memiliki rasa toleransi yang tinggi.
f.   Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apapun
3.  Ciri seorang individu yang memiliki Tata Kerama yang baik :
a.  Memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi masyarakat dari tingkat manapun.
b. Tingkah laku dan ucapannya selalu mempertimbangkan serta mencerminkan perhatian kepada orang lain.
c. Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan dan bersahabat dengan orang lain.
d. Bisa menguasai diri sendiri dan selalu berusaha tidak menyinggung, mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.
e. Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat gusar apalagi membuat marah orang lain, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh.
4. Manfaat beretika dengan baik  dalam kehidupan seorang manusia adalah :
a. Membuat kita  menjadi disegani, dihormati, disenangi orang lain.
b. Memudahkan hubungan baik kita dengan orang lain ( Better Human Relation ).
c. Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi.
d. Menjadikan anda dapat memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, dan tempat dimana berada.
D. KEGIATAN LAYANAN
No
TAHAPAN AWAL
URAIAN KEGIATAN
WAK TU


1


PEMBENTUKAN
-       Pembukaan
-       Menerima secara terbuka anggota kelompok
-       Berdo’a
-   Menjelaskan pengertian, dan tujuan, cara dan azas-azas dalam bimbingan kelompok
-       Selingan permainan

Tanya Jawab

2

PERALIHAN
-       Menjelaskan kegiatan yang akan di tempuh pada tahap berikutnya
-       Menawarkan kesiapan anggota kelompok untuk memasuki kegiatan selanjutnya
Cek Kesiapan


3


KEGIATAN
-        Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk di bahas oleh kelompok
-        Menggunakan teknik diskusi kelompok
-       Tanya jawab antara pemimpin dan anggota kelompok tentang topik yang dikemukakan.
-        Anggota membahas topik yang ditugaskan

Diskusi





4



PENGAKHIRAN
-       
- Pemimpin kelompok menjelaskan kegitan kelompok akan segera diakhiri
-        - Menyampaikan pesan dan kesan dari hasil kegiatan anggota kelompok
-        -  Membahas kegiatan lanjutan
-        -  Do’a / penutup

Penutup






E.       METODE LAYANAN
·         Diskusi
F.       ALAT BANTU
·           Kertas
·           Labtop
·           Papan tulis
·           Sepidol / Kapur tulis
G.       PENILAIAN
·           Siswa dapat memahami pentingnya beretika dengan baik terhadap guru ataupun             orang lain.
·           Siswa dapat memahami dasar-dasar dan cirri-ciri beretika dengan baik
·           Siswa dapat menyadari mamfaat berprilaku sopan santun terhadap orang     disekitarnya.
Perilaku jangka pendek
·            Siswa dapat menerapkan tingkah laku yang bermanfaat.
Perilaku jangka panjang
·            Siswa dapat mengembangkan perilaku positif dengan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan lebih bermakna dalam setiap bertingkah laku.

B. Lampung, 14 Juli 2014
Mengetahui,
Kepala SMA Al Azhar 3 B. Lampung                                                   Guru BK / Konselor



Drs. Hi. Ma’arifudin Mz., M. Pd. I                                                       Mad Berawi, S. Pd
NIP. 19680317 200003 1 006                                                             NIK. 200 801 197

Rabu, 13 November 2013

Bimbingan Kelompok

Pengertian bimbingan kelompok menurut para ahli
  • Menurut Prayitno ( 1995 : 62 ) menyatakan Bimbingan kelompok berarti memanfaatkan dinamika untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. Bimbingan kelompok lebih merupakan suatu upaya bimbingan kepada individu-individu melalui kelompok.
  • Menurut W.S.Winkel dan M.M. Sri Hastuti. (2004:111). Bimbingan kelompok dilakukan bilamana siswa yang dilayani lebih dari satu orang. Bimbingan kelompok dapat terlaksana dengan berbagai cara, misalnya dibentuk kelompok kecil dalam rangka layanan Konseling (konseling kelompok), dibentuk kelompok diskusi, diberikan bimbingan karier kepada siswa-siswi yang tergabung dalam satu kesatuan kelas di SMA. Dalam bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri.
    Jadi dapat disimpulkan kegiatan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sejumlah individu dalam bentuk kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas topik tertentu  yang dipimpin oleh pemimpin kelompok bertujuan menunjang pemahaman, pengembangan dan pertimbangan pengambilan keputusan/ tindakan individu.
  • Menurut Dewa Ketut Sukardi (2002 :48),bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
  • Menurut Prof. Mungin (2005 : 17) menyatakan bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok di mana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
  • Menurut Juntika (2003 : 31),bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.