Tampilkan postingan dengan label XI IPA3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA3. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2021

 Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA3

Bidang Layanan             : Bimbingan Sosial

Materi                             : Sikap Sopan Santun Dalam Kehidupan

Tujuan Pembelajaran      : 

1Peserta didik  dapat memahami pentingnya prilaku sopan santun

2. Peserta didik dapat memahami etika yang harus diperhatikan dalam pergaulan


Asslamu'alaikum Wr Wb

Apa kabar anak-anakku yang sholeh dan sholehah...

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.


SIKAP SOPAN DAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN

Perlu dicatat bahwa memulai sesuatu dari hal yang sederhana itu ternyata bukan karena tak mampu,tetapi  semata-mata  agar  kita  mudah  mempelajarinya  dan  malaksanakannya.

Berikut  ini  beberapa  hal  yang dapat dilakukan untuk memulai belajar dan berperilaku sopan santun itu.

Ø Senyum, sapa, salam dan sopan serta santun

Hubungan  sosial  merupakan  kunci  pembuka silaturahmi.  Oleh  karena  itu  dalam  keseharian

ketika  kita  bertemu  dan  berhadapan  dengan  orang  lain  apa  salahnya  menampakkan  wajah  ceria  dan bersahabat. Bertegur sapa untuk menambah  keakraban, senyuman  akan  menambah  teman  dan  saling mengucapkan  salam  meleka tkan  tali  persaudaraan. Sekalipun  sangat  sederhana  dan  mudah  namun dengan senyum, sapa dan salam damailah hidup bersama kita.

 Ø Iman dan Taqwa

Perilaku  Iman  dan  Taqwa  dapat  disederhankan  dalam  bentuk  dan  sikap  yang  selalu  ingat  (

eling) kepada  Tuhan  bahwa  kita  ini  adalah  makhluk  Tuhan,  oleh  karena  itu  harus  percaya  (pithados)  akan adanya  Tuhan.

Dengan  demikian  kita  kita  harus  taat (mituhu)terhadap  perintah  dan  larangan  Tuhan.

Demikianlah cara sederhana memahami iman dan taqwa. Iman dan taqwa  dapat mendatangkan watak jujur, watak jujur akan menarik tumbuhnya watak tawakal, watak tawakal akan menumbuhkan watak sabar dan akan menuntun  kapada watak ikhlas.

 Ø Patuh terhadap orang tua

Orang  tua  adalah  perantaraan  lahir  di  dunia  ini,  tanpa  kedua orang  tua  kita  tidak  mungkin

lahir  dan  berada  di  dunia  ini.  Kedua  orang  tualah  yang  memberikan  pendidikan  kepada  kita  untuk pertama kali, karena orang tua kita adalah pendidik yang pertama dan utama. Tidaklah mungkin kita sekarang dapat menjadi seperti manusia sebagai layaknya manusia tanpa diberi pendidikan oleh kedua orang tua kita . Kita  dapat berbicara, berjalan, makan minum, berpakaian, dan sebagainya karena jasa kedua orang tua  kita, maka sepatutnyalah kita petuhi kedua orang tua kita itu.

 Ø Hormat kepada guru

Guru  adalah  pengganti  orang  tua  kita  ketika  kita  berada  di  sekolah.  Merekalah  yang membimbing kita sehingga kita mampu melakukan seseuatu yang sebelumya tidak dapat melakukan. Kita   dapat   membaca,   menulis,   berhitung,   memahami   ilmu   pengetahuan   dan

teknologi   ,   dan sebagainya  berkat  jasa  guru.    Semua  hal  yang  tidak  kita  dapatkan  dari  orang  tua  kita  dalam  ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat memperoleh dari guru. Seharusnya kita hormati para guru kita.

 Ø Menghoramati saudara tua

Saudara  adalah  pengganti  orang  tua  kita  apabila  kedua  orang  tua  kita  telah  tiada.  Dari merekalah  pada  saatnya  nanti  kita  minta  pendapat,  nasehat,  pertimbangan,  bahkan  bantuan  dalam nbnetuk  apapaun  .  jika  kita  menghormatoi  mereka  dengan  tulus  niscaya  mereka  juga  akan  tulus mebimbing dan membantu kita.

 Ø Menghoramti para pemimpin

Di sekitar kita banyak kita temui para pemimpin masyarakat, baik formal, misalnya ketua RT,

ketua  RW,  kepala  dukuh,  Lurah,  Camat,  Bupati,  Walikota,  Gubernur,  Menteri  ,  Presiden,  dan  lain-lain, maupun para pemimpin yang tidak formal, misalnya: ulama, rohaniawan, tokoh masyarakat dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang yang meluangkan waktu, tenaga dan sumber daya yang lainnya untuk   kepentingan   kehidupan   masyarakat.   Melaui   kepemimpinan   merekalah   kehidupan   sosial kemasyarakatan dapat berlangsung dengan tertib.

 Ø Menghormati sesama

Seseungguhnya  keberadaan  kita  dalam  masyarakat  sangat  tergantung  kepada  sesama.  Kita

akan  kelihatan pintar  jika  ada teman  kita  yang bodoh, kita  akan  kelihatan  kaya,  jika  ada teman  kita yang  miskin,  kita  akan  kelihatan  tampan/cantik  jika  ada  teman  kita  yang  tidak  tampan/cantik. Sehingga  karena merekalah kita  ini akan  dapat mewujudkan  eksistensi kita.  keberadaan orang-orang di sekitar kita itu ternyata merupakan  peluang agar kita  dapat tampil lebih daripada mereka,  baik itu teman, sahabat, „lawan” konflik, “ lawan”  kompetisi, tetangga, dan bentuk

-bentuk lain dari kehidupan kemasyarakatan  kita.  Secara  sadar  atau  tidak,  mereka  ternyata  berjasa  kepada  kita,  oleh  sebab  itu adalah suatu kewajiban kita untuk menghormatinya.

 Ø Menghargai kedudukan setiap insan

Tidak  semua  orang  seberuntung  kita  dan  tidak  semua  orang  serugi  kita.  Keberuntungan  dan

kerugian  bagi  manusia  adalah  takdir  Illahi  yang  harus  diterimanya  ,  karena  hal  itu  bukan  kemauan manusia. Ada orang yang pangkatnya tinggi, ada pula yang pangkatnya rendah. Ada orang yang tidak sempurna  jasmani  dan  rohani. Ada  orang  yang  terampil  dan  cerdas  tetapi  ada  pula  yang  malas  dan bodoh. Tetapi itu semua bukan atas kehendak yang bersangkutan tetapi karena kehendah Tuhan. Oleh sebab itu tidak pada tempatnya kita menghina mereka. Bukankah di mata Tuhan kita ini sama, karena yang membedakan  hanyalah keimanan kita dan ketaqwaan kita saja.

  Ø Memanfaatkan alam secara wajar

Tuhan menciptakan alam semesta ini untuk kepentingan umat manusia. Namun demikian kita tidak diperkenankan mengambil dan memanfaatkan alam diluar batas kewajaran, sebab kerakusan dan

ketamakan  kita  kepada  alam,  maka  itu  merupaka  awal  dari  bencana.  Alam  sebagai  sumber  daya hendaklah  kita  pelihara  untuk  kita  wariskan  kepada  generasi  berikutnya.  Alam  menye

diakan  sarana untuk hidup dan kehidupan kita. Oleh sebab itu harus kita jaga kelestariannya.

Kamis, 16 September 2021

 Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA3

Bidang Layanan             : Bimbingan Pribadi

Materi                             : Kemandirian Di Usia Remaja

Tujuan Pembelajaran      : 

1Peserta didik  dapat memahami pengertian kemandirian

2. Peserta didik dapat memahami gejala yang berhubungan dengan masalah kemandirian


Asslamu'alaikum Wr Wb

Apa kabar anak-anakku yang sholeh dan sholehah...

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.



KEMANDIRIAN DI USIA REMAJA

 

 

 Pengeritan Kemandirian

Pada usia remaja terjadi pertumbuhan yang pesat, maka tampak remaja  secara fisik tubuhnya menjadi besar namun dalam perkembangan psikhisnya masih bersifat kekanak-kanakan. Karenanya tidak jarang remaja menjadi pemurung, mudah emosional dan tidak mau disebut sebagai anak lagi, tetapi juga keberatan kalau disebut dewasa. Remaja dikatakan dewasa karena berkaitan dengan perkembangan kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Perkembangan kemandirian merupakan suatu masalah penting sepanjang kehidupan manusia. Kemandirian dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik, yang pada gilirannya memicu terjadinya perubahan emosional. Perubahan logis yang memberikan pemikiran tentang cara berfikir yang mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orangtua dan aktifitas individu. Masalah kemandirian menuntut kesiapan individu baik fisik maupun emosional untuk mengatur, dan melakukan aktifitas atas tanggung tanggung jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Kemandirian merupakan sikap otonomi dimana individu relatif bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan kemampuannya, individu diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kemandirian mengandung pengertian:

1.      Suatu kondisi dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri.

2.      Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

3.      Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya.

4.      Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

Robert Havighurt (1972), membedakan kemandirian atas empat bentuk, yaitu:

1.      Kemandirian emosi, yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain.

2.      Kemandirian ekonomi, yaitu; kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhana ekonomi orang lain.

3.      Kemandirian intelektual, yaitu: kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang sedang dihadapi.

4.      Kemandirian sosial, yaitu: kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.

Gejala yang berhubungan dengan permasahalah kemandirian

Pentingnya Kemandirian Bagi seorang pelajar dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan pengaruh. Berbagai fenomena yang sering terjadi karena kurangnya kemandirian pelajar, dan sangat perlu perhatian, seperti: perkelaian antar pelajar, penyalagunaan obat dan alkohol, perilaku agresif, dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarah pada tindak kriminal. Dalam konteks proses belajar, fenomena pelajar  yang kurang mandiri dalam belajar, yang dapat menimbulkan gangguan mental pada pendidikan lanjutan, kebiasaan belajar yang kurang baik( tidak betah belajar lama, atau belajar hanya menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal-soal ujian).

Beberapa gejala yang berhubungan dengan permasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah:

1.      Ketergatungan disiplin pada kontrol luar bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Perilaku seperti itu mengarah pada tidak konsisten, perilaku formalistik, keterpaksaan, sehingga menghambat etos kerja dan kehidupan yang mapan.

2.      Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup, yang menunjukkan kemandirian masyarakat yang masih rendah, karena manusia mandiri adalah manusia yang tidak lepas dari lingkungannya.

3.      Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistis dengan mengorbankan prinsip, adanya faham segala sesuatu bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkkan ketidakjujuran dalam berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Selasa, 07 September 2021

 Asslamu'alaikum Wr Wb

Apa kabar anak-anakku yang sholeh dan sholehah...

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.


Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA3

Bidang Layanan             : Bimbingan Pribadi

Materi                             : Pola Hidup Bersih dan Sehat dimasa Pandemi

Tujuan Pembelajaran      : Agar Peserta Didik Mengetahui Pentingnya Pola Hidup Bersih


A. Pola Hidup Bersih dan Sehat di masa pandemi covid 19

a. Pengertian Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Pengertian pola hidup sehat adalah upaya setiap orang yang ingin selalu sehat, yaitu dengan memperhatikan gaya hidup sehat agar tubuh selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Tidak cukup hanya mengetahuinya, anda juga harus mempraktekkannya. Dengan pola hidup sehat, tubuh anda akan selalu sehat dan tampak segar serta bugar.

 Pada masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak menghiraukan kesehatan tubuhnya. Contohnya mereka yang masih di usia muda, yang semangatnya masih besar dan beranggapan bahwa tubuhnya masih kuat dan tidak bisa sakit. Padahal kita semua tahu bahwa penyakit bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Contoh lain orang yang tidak menghiraukan kesehatannya adalah orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Jangankan melakukan gaya hidup sehat, bahkan waktu untuk makan pun sering kali lupa.

 

Agar bisa menjalani pola hidup yang sehat, kita harus mempunyai niat yang kuat. Bila memiliki niat yang kuat, maka yang harus dimiliki lagi adalah rasa kemauan dan kemampuan yang kuat untuk bisa menjalani pola hidup yang sehat. Berikut ini adalah langkah – langkah pola hidup sehat :

 1.      Berolahraga


Olahraga merupakan kegiatan yang mudah untuk dilakukan, tetapi juga ada banyak orang yang sering mengabaikannya. Padahal olahraga ini merupakan kegiatan yang bisa menyehatkan tubuh kita. Apabila kita berolahraga secara teratur, maka banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh kita seperti daya tahan tubuh meningkat, bisa menguatkan tulang - tulang, menurunkan lemak tubuh, mengurangi stress, menambah kebugaran tubuh dam masih banyak lagi.

 

2.      Menjaga pola makan

Menjaga pola makanan yang harus makan tersebut memenuhi standart kesehatan. Untuk itu kita dianjurkan mengetahui tentang makanan-makanan yang penting untuk kesehatan tubuh kita. Pada umumnya, banyak orang sering tidak memperhatikan tentang hal ini. Banyak sekali makan yang bisa membahayakan bagi tubuh kita. Seperti makanan yang banyak mengandung pengawet, makanan junk food atau makanan cepat saji. Sebaiknya kita bisa mengatur pola makan kita seperti waktu-waktu yang baik untuk kita makan dan juga makan menyehatkan.

 

3.      B. Menciptakan lingkungan yang sehat

Apabila kita ingin menikmati kesehatan yang sesungguhnya maka kita juga harus memperhatikan lingkungan kita yang harus kita jaga. Lingkungan yang perlu kita jaga adalah, air, tanah, udara, iklim, tumbuhan dan lain sebagainya. Apabila kita hidup dilingkungan yang tidak baik seperti berkumpul dengan orang yang perokok, lingkungan yang penuh dengan sampah, banyak terkena asap mobil dan lain-lain. Dengan lingkungan yang tidak baik, juga akan bisa memicu kesehatan kita.

 

       bIstirahat yang cukup

Banyak sekali yang mempunyai aktivitas yang banyak yang terkadang lupa dan tidak menghiraukan waktu istirahat kita. Bila kita mempunyai pola tidur yang berantakan seperti tidur yang terlalu larut malam dan harus bangun pagi-pagi untuk bekerja. Padahal apabila kurang istirahat dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi. Sebaiknya apabila istirahat kerja di siang hari paling tidak kita bisa tidur sejenak selama 20 menit agar pikiran kita bisa segar kembali. Tetapi kita harus bisa menata pola tidur kita yang baik supaya tidur bisa tepat waktu dan juga kan menyehatkan tubuh kita. Sebenarnya pola hidup yang benar tidaklah susah akan tetapi juga tidaklah gampang, karena setiap mempunyai kondisi tubuh yang berbeda-beda, ada yang bergadang tiap hari, akan tetapi tidak mempengaruhi kesehatannya, akan tetapi ada yang bergadang hanya 1 hari langsung mengalami demam atau meriang. Hal ini disebabkan daya tahan seseorang yang berbeda-beda.

Senin, 30 Agustus 2021

Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA3

Bidang Layanan             : Bimbingan Belajar

Materi                             : Belajar Yang Efektif Dimasa Pandemi

Tujuan Pembelajaran      : Agar Peserta Didik Mengetahui Cara-cara Belajar Yang Efektif Dimasa                                                    Pandemi.       


BELAJAR YANG EFEKTIF DI MASA PANDEMI COVID -19

 

Asslamu’alaukim Wr Wb. Gimana kabarnya Anak-anakku semua?

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.

 Memang, sih, rasanya SFH alias school from home (Sekolah Dari Rumah) itu bosan banget. Tapi, ini semua demi kebaikan kita dan orang lain,. Enggak apa-apa ‘mengurung diri’ dulu di rumah selama Virus ini berlalu, dari pada harus jatuh sakit dan malah masuk rumah sakit, kan?

Anyway,(Omong-omong) Demi mendukung SFH alias school from home (Sekolah Dari Rumah) kamu supaya berjalan lancar, kali ini bapak mau bagi-bagi tips mengenai cara belajar efektif di rumah, nih. Biasanya, sih, kalau enggak full konsentrasi, belajar di rumah pasti bikin ngantuk. Iya, kan?

Nah, biar anak-anak enggak gampang ngantuk atau enggak mudah ter-distrac (Terganggu) berikut tips cara-cara belajar efektif di masa paandemi covid-19.

 

Belajar dari rumah sudah menjadi rutinitas semua siswa sekolah saat ini. Hal ini dikarenakan virus Covid-19 yang menjadi pandemi dan momok untuk semua orang. Imbas dari adanya virus Corona yang meresahkan adalah sekolah-sekolah mewajibkan siswanya untuk belajar secara online di rumah. Lalu, bagaimana cara untuk belajar di rumah secara efektif? Yuk simak tipsnya berikut ini.

 

1.    Belajar di Waktu yang Tepat
Belajar di rumah membuat waktu belajar jadi lebih fleksible, kalian bisa mengatur jam belajar sesuka hati. Namun yang perlu diperhatikan, pilihlah waktu belajar dimana kalian bisa lebih fokus untuk memahami materi. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki waktu fokus yang berbeda-beda, ada yang saat pagi hari langsung bisa fokus atau malah ada yang malam hari baru bisa fokus memahami materi. Jadi, kalian harus paham, waktu yang tepat untuk kalian memulai belajar.

 

2.    Atur Area Belajar yang Nyaman
Belajar sambil rebahan memang menyenangkan, tapi yakin bisa memahami materi dengan rebahan? Sebaiknya kalian mengatur ruangan atau area belajar agar lebih nyaman saat belajar. Area yang nyaman akan membuat kalian lebih fokus untuk belajar.

 3.    Siapkan Koneksi Internet

Yang paling utama dalam belajar online adalah koneksi internet. Bagaimana kalian bisa belajar jika koneksi internet tidak ada? Untuk itu kalian harus memilih provider (Penyedia Layanan Internet) yang bagus untuk menunjang aktifitas belajar di rumah.

 

4.    Pilih Portal Belajar Yang Efisien
Belajar online tidak akan efektif jika kalian hanya asal belajar saja. Kalian membutuhkan portal atau platform
 (tempat untuk menjalankan perangkat lunak) khusus untuk belajar secara online. Jadi bagaimana belajar online di rumah versi kalian, apakah sudah efektif? Yuk coba terapkan 4 tips Cara Belajar di Rumah yang Efektif diatas untuk membuat suasana belajar lebih nyaman, efisien, dan pastinya efektif.

 

Sekian terima kasih Semoga Bermanfaat

“ Selamat Belajar ”

Jumat, 20 Agustus 2021

Nama                            : Mad Berawi, S. Pd

Mata Pelajaran              : Bimbingan dan Konseling  

Kelas                              : XI IPA3

Bidang Layanan             : Bimbingan Belajar

Materi                             : Kepribadian dan Faktor Pembentuk Kepribadian Mampu menerima diri sendiri apa adanya

Tujuan Pembelajaran      : Agar Peserta Didik Mengetahui Kepribadian dan mampu menerima diri sendiri apa adanya

Asslamu’alaukim Wr Wb. Gimana kabarnya Anak-anakku semua?

Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya.

Anak-anakku Bapak mengingatkan sebelum kalian memulai kegiatan belajar yang akan diberikan Bapak/Ibu guru terlebih dahulu jangan lupa seperti biasa kita melaksanakan Shalat Dhuha minimal 2, atau 4 Raka’at

Anak-anaku yang sholeh dan Sholehah.

4 Tipe Kepribadian dan Faktor Pembentuk Kepribadian

Faktor - Faktor Yang Membentuk Kepribadian

Kepribadian terbentuk karena proses keterlibatan subjek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup faktor-faktor genetis atau biologis, pengalaman-pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Dengan kata lain corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan.

Kepribadian Terbentuk Oleh Faktor

1. Internal yang lebih menunjuk kepada faktor bawaan
2. Eksternal, meliputi pengaruh lingkungan baik sosial maupun non-sosial.

Tipe-tipe Kepribadian

Ada beberapa tipe kepribadian menurut Hipocrates:

1. Kepribadian Sanguinis 

Tipe kepribadian ini memiliki ciri-ciri ekstrovert, optimis, periang dan penuh semangat, penuh rasa ingin tahu. Tipe ini memiliki rasa humor yang tinggi, ditambah dengan antusiasme dan sikap ekspresif mereka selalu menjadi bintang dalam setiap pertemuan. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar akan pengakuan dan penghargaan.

2. Kepribadian Melankolis 

Kepribadian ini memiliki ciri-ciri: introvert, pemikir, pesimis mendalam dan penuh pikiran yang analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, tipe ini sangat teliti, hati-hati

dan suka curiga,  taat aturan, sangat konsisten dengan perasaan yang halus. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa  jawaban yang bermutu dan didukung data yang lengkap dan akurat.

3. Kepribadian Koleris 

Ciri-ciri kepribadian ini adalah: ekstrovert, keras, tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri, memancarkan keyakinan dan bisa menjalankan apa saja, berbakat menjadi pemimpin. Tipe ini sangat dinamis, aktif,  dan membutuhkan perubahan. Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa  tantangan, pilihan, dan pengendalian.

4. Kepribadian Phlegmatis

Kepribadian ini memiliki  ciri-ciri: introvert, mudah bergaul dan santai, diam tenang,  sabar, pemalu, hidup konsisten, tenang tapi cerdas, simpatik dan rendah hati, menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, tidak suka konflik dan pertentangan. Mereka sulit mengatakan “tidak”, sangat sentimental dan suka hal yang sama "status quo". Tipe ini memiliki kebutuhan mendasar berupa penghargaan dan penerimaan

Kepribadian Matang

Kematangan kepribadian menggambarkan kedewasaan seseorang. Kematangan pribadi, ditunjukkan dengan cirri-ciri antara lain:

Mampu menerima diri sendiri apa adanya

  1. Mampu menerima kekurangan dan kelebihan diri secara positif
  2. Memiliki pegangan hidup yang kuat
  3. Agama merupakan pegangan hidup kita, bagi orang yang memiliki kematangan pribadi, maka ia akan memiliki kehidupan agama yang kuat
  4. Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman
  5. Dalam berkehidupan sosial, pribadi yang matang dapat diterima dan menerima orang lain tanpa hambatan yang berarti. Dia dapat segera menyesuaikan diri tanpa ikut arus
  6. Mempunyai perencanaan masa depan
  7. Mempunyai perencanaan akan masa yang akan datang dalam kehidupannya, tidak berpikiran sempit.